Selasa , 17 Mei 2022

50 Persen Siswa SLBN Pembina Pekanbaru Sudah Divaksin

Riaupintar.id – Sebanyak 50 persen siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina Pekanbaru sudah di vaksin. Sosialisasi pelaksanaan vaksin ini masih terus disosialisasikan kepada orang tua siswa.

Kepala SLBN Pembina Pekanbaru Moelya Eko Suseno menjelaskan, dari jumlah siswa 260 orang jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB, 50 persen sudah menjalani vaksinasi. Siswa yang sudah disuntik vaksin, kebanyakan dari siswa tuna runggu dan tuna netra. Sedangkan siswa tuna grahita, tuna daksa dan autis, hanya beberapa siswa saja yang sudah divaksin.

Menurutnya masih rendahnya vaksinasi bagi siswa berkebutuhan khusus terutama siswa tuna grahita, daksa dan autis disebab khawatiran dan ketakutan dengan kondisi fisik tubuh anak yang belum memungkinkan untuk divaksin.

“Ketakutan orang tua untuk mereka yang tuna grahita, daksa dan autis adalah masalah fisik, maka nya mereka belum mau divaksin. berbeda dengan mereka yang tuna runggu dan netra, sudah banyak yang divaksin,” jelasnya , kemarin di Pekanbaru.

Meski demikian, lanjut Eko, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada orangtua siswa khususnya kepada orang tua siswa tuna grahita, daksa dan autis ini. Pengetahuan terkait vaksinasi itu sangat penting didapat oleh orang tua, informasinya diharapkan bisa menyeluruh, tidak setengah-setengah.

Eko juga menegaskan bahwa pemberian vaksinasi pada anak berkebutuhan khusus memang harus melalui pendekatan, butuh waktu dan perlakuan khusus. Karena itu pihaknya juga berharap kepada pihak puskesmas dan rumah sakit memberikan sosialisasi kepada orangtua terkait pentingnya vaksinasi bagi peserta didik.

“Kalau dari kita sampai saat ini terus proaktif dalam memberi pandangan kepada orang tua akan pentingnya vaksinasi ini,” tegas Eko.

Sementara untuk tenaga pendidik dan pegawai di SLBN Pembina Pekanbaru menurutnya sudah 100 persen divaksin. Pentingnya vaksinasi bagi siswa dan guru salah satu upaya syarat pembelajaran tatap muka 100 persen. Saat ini, pembelajaran siswa di SLBN Pembina Pekanbaru mulai jam 7.15 sampai jam 10. Pembelajaran dilakukan secara daring dan online.

“Pembelajaran daring, tentunya sedikit mengalami kesulitan seperti masih ada orangtua yang belum punya handphone (HP) dan lain sebagainya. Kalau siswa tuna netra pembelajaran daring ada aplikasi tuna netra di laptop. Aplikasi ini digunakan untuk pembelajaran daring bagi siswa tuna netra,”sebutnya.

Eko juga menambahkan bahwa selama pembelajaran tatap muka disekolah, tetap memperhatikan protokol kesehatan mulai dari mengunakan masker, mencuci tangan, mengatur jarak dan menghindari kerumunan. Bahkan pekan depan, sekolah juga akan mengunakan scan barcode bagi guru dan tamu yang datang sekolah. “Barcode sedang kita siapkan,” pungkasnya.(nik)

Baca Juga

Tim ke Daerah, Disdik Riau Sosialisasi PPDB Sekolah Berasrama

Riaupintar.id — Dinas Pendidikan Provinsi (Disdik) Riau menurunkan tim sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) …