Minggu , 19 September 2021

Bersama LPPM, Dosen FH Unilak Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Umban Sari Pekanbaru

Riaupintar.id — Gandeng LPPM, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Lancang Kuning (Unilak) melakukan Pengabdian di Kelurahan Umban Sari, dalam rangka wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat.

Tim LPM Unilak yang diwakili oleh sekretaris LPPM Dr. Jeni Wardi. SE. AK., CA. MM tersebut, membantu masyarakat lewat program bank sampah, sementara materi hukum bisnis dilakukan oleh dosen fakultas Hukum yaitu Dr. Yeni Triana. S.H.M.H, Devie Rachmat SH. M. Kn, dan Yella Natasha.W. SH. M.Kn.

Mengangkat tema sinergi bank sampah Unilak dengan Warung tradisional terhadap limbah sampah dalam perspektif hukum bisnis di wilayah Argopuro kelurahan Umban Sari.

Kegiatan digelar di aula Kantor Lurah Umban Sari Rumbai. LPPM Unilak telah berpengalaman membina bank Sampah di berbagai daerah di Riau dan mendapatkan dukungan dari PT CPI. Rabu 2 Juni 2021.

Selama pengabdian warga tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang Hukum bisnis dan peluang menambah pendapatan dari bisnis pengelolaan sampah.

Menurut sekretaris LPPM Unilak Dr. Jeni Wardi, SE.AK.CA.MM, Saat ini di Unilak telah memiliki bank sampah dan masyarakat sekitar kampus bisa mengirimkan.

“Bank sampah Unilak operasional dari jam 10-15.00 dan siap untuk melayani dan menimbang sampah sampah dari masyarakat Umban Sari,” katanya.

Dijelaskan Jeni Wardi, LPPM sudah membina bank sampah dibeberapa daerah di Riau, dan saat ini Unilak berdiri bank sampah yang bisa menampung sampah sampah dari mayarakat, akan di olah menjadi produk produk ekonomis, dan masyarakat mendapatkan pendapatan tambahan.

“Ini harus kita kampanyekan dengan masif, agar terus berkelanjutan, dan ternyata di kelurahan Umban Sari belum memiliki bank sampah,”pungkasnya.

Dr. Yetti saat ditemui mengatakan bahwa pihaknya sering bersinergi dengan LPPM karena materi pengabdian ini ada unsur pemerintah, akademisi, dan perusahaan yang mensuport sehingga ini menjadi berdaya guna.

“Sampah-sampah yang tadinya limbah bisa menjadi bisnis artinya berdaya guna. Materi Hukum disampaikan supaya jangan melanggar aturan-aturan itu, bisnisnya tentu mendapatkan keuntungan jadi tidak melanggar ketentuan, makanya kita bersinergi,” jelas Dia.

Sementara itu Abdurrahman Siregar salah satu peserta mengatakan ini potensi bagus, selama ini tidak ada tempat bank sampah di Umban Sari, kalau nantinya ada bank sampah, tentu masyarakat bisa mengirim kesana, dan sudah tentu akan dapat untung, mereka mengaku siap mendukung keberadaan bank sampah di kelurahan tersebut asal ada infrastrukturnya.

“Apa yang dilakukan dosen Unilak ini bagus sekali ini menambah pengetahuan, pengelaman sehingga bisa menambah pendapatan, yang terpenting konsisten,” ujar Abdurahman yang bekerja sebagai pedagang.

Kegiatan pengabdian berlangsung selama dua jam dan diisi sesi tanya jawab. Kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan, setiap narasumber dan warga wajib menggunakan masker dan duduk berjarak.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Generasi Baru Indonesia (genbi) yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia. (rls)

Baca Juga

Milad ke-59 UIR, Rektor Ziarahi Makam Pendiri

Riaupintar.id — Milad ke-59 Tahun 2021 Universitas Islam Riau dimeriahkan dengan berbagai kegiatan internal. Hari …