Sabtu , 24 Juli 2021

Besok, Pascsasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional Omnibus Law Cipta Kerja

Direktur Pascasarjana Unilak Prof Dr.Syafrani, MSi

Riaupintar.id — Mengambil tema Strategi Implementasi Omnibus Law Cipta Kerja Menghadapi Peluang dan Tantangan Bisnis dan Investasi. Besok, Sabtu 19 Desember 2020 Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menggelar seminar nasional secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Untuk pembicara adalah Direktur Pascasarjana Unilak Prof Dr.Syafrani, MSi, Prof.Dr.Eman Suparman (mantan ketua Komisi Yudisial/Dekan Fakultas Hukum Unikom Bandung), Prof.Dr.Muhardi., SE., M.,Si (Ketua Program Studi Magister Manajemen Unisba) dan Mohk Najih SH, M.Hum., Ph.D ( ketua Program Studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang).

Sebagai moderator yaitu Dr. Ririn Handayani.,MM Kaprodi Magister Manajemen Unilak dan akan dibuka oleh Rektor Unilak Dr. Junaidi.,SS.,M.Hum. Seminar akan diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa Pascasarjana Unilak baik prodi magister manajemen dan magister ilmu hukum.

“Peserta adalah mahasiswa baru Pascasarjana Unilak dan di tambah mahasiswa lama yang belum mengikuti seminar. Mengikuti seminar nasional adalah syarat wajib bagi mahasiswa Pascasarjana yang nantinya sebagai syarat kelengkapan untuk mengikuti ujian tesis, ” ujar Prof. Dr. Syafrani saat di temui di ruang kerja, Jumat 18 Desember 2020.

Ditambahkan Prof. Syafrani, pemilihan tema tentang Omnibus Law dan Cipta Kerja, karena kita mencari topik-topik yang lagi tren, seminar ini bisa menjadikan mahasiwa produktif, dan juga mahasiwa kita bisa mengambil secara utuh. Dan kedua prodi di Unilak bisa terlibat baik secara hukum secara ekonomi dan disana kunci utamanya adalah lapangan pekerjaan, nasarumber adalah orang pakar di bidangnya yang paham tentang hukum, ekonomi dan lapangan kerja, saat ini persiapan sudah final dan semoga tidak ada kendala.

“Harapan kita agar dari seminar ini mahasiswa bisa membuka forum-forum diskusi dan memberi masukan. Dari Undang undang ini (Omnibus Law) ini kan akan dibentuk regulasi peraturan meteri dan bagaimana praktek dilapangan,” Ujar Prof Syafrani.

Diceritakanya lebih lanjut, mahasiswa kita ini ada yang bekerja di perusahaan di pemerintahan, dan ini bisa di pahami dari awal dan jangan ada yang dirugikan.

“Semua peratuan dibuat arahnya untuk kebaikan cuma sekarang bagaimana strategi dan metode kita mengimplementasikan. Undang undang Omnibus Law inikan 79 undang-undang yang disatukan, dan mahasiswa bisa berpikir bagaimana undang-undang ini terbentuk dengan undang undang sebelumnya,” pungkasnya. (rls)

Baca Juga

Dosen FH Unilak Beri Penyuluhan Hukum Pengawasan Pembangungan Desa

Riaupintar.id — Dosen Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Dr. Ardiansah, S.H., M.Ag., M.H., …