Rabu , 25 November 2020

BHE Unilak Studi Banding ke UMM

Riaupintar.id — Ingin mengetahui bagaimana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam melakukan penegakan kode etik, Badan Hukum dan Etika (BHE) Universitas Lancang Kuning (Unilak) lakukan studi banding.

Studi banding tersebut dipimpin oleh Tatang Suprayoga SH.MH, turut serta juga staf BHE Suwito S.SHum.

Kedatangan BHE Unilak disambut hangat  oleh pimpinan UMM, rombongan BHE disambut oleh Kepala Biro Hukum dan Personalia Dr. Baiduri, Devisi Hukum Dr. Joko susilo, Indri, MH, Devisi Penegakan Etik, Prof.Dr. Jabat Torik, dan Humas UMM.

Dipertemuan itu dilakukan beberapa pembahasan diantaranya mengenai kantor hukum, Devisi legal darfting (perancangan hukum), dokumentasi, kontrak drating, pelayanan, amal usaha,etik/aduan, aset dan perizinan.

“Intinya pihak UMM sangat senang di kunjungi BHE Unilak. Dan di UMM cara penyelesaian masalah persoalan hukum di selesaikan nya di masing-masing unit. Misalnya jika di lingkup mahasiswa di selesaikan oleh Wakil Rektor III. Lingkup pegawai dan dosen di bawah wakil rektor I dan II,” kata Tatang Jumat 23 Agustus 2019.

Yang menarik di UMM, lanjut Tatang, cara untuk mengurangi pelanggaran etik dilakukan pengajian oleh mahasiswa, dosen dan karyawan setiap minggu.
Dan untuk bagi mahasiswa pada saat menjadi mahasiswa menandatangani surat pernyataan
tidak akan melakukan kejahatan narkoba, asusila, perkelahian, dan kerusuhan menghancurkan. Akan tetapi legal standing dalam penyelesaian tetap di biro hukum UMM.

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa dalam penegakan etik ini sangat di perlukan, mengingat dalam penegakan hukum juga terdapat penegakan etik. Etik juga sebagai barometer orang yang berbudaya karena etik juga merupakan norma-norma yang harus di taati oleh setiap orang dalam melakukan interaksi kehidupan sehingga diharapkan dengan selalu menggunakan etika kita terhindar dari permasalahan hukum.

Tatang juga menyampaikan bahwa etika pada dasarnya di setiap tempat itu sama namun sedikit berwarna ketika beberapa kultur di suatu tempat ikut juga mempengaruhi etika seseorang, kadang cara penyampaian di suatu tempat masih wajar namun di suatu tempat lain belum bisa di terima,

“Kesimpulan dari studi banding ke UMM untuk meningkatkan kinerja BHE dan berbagi pengalaman, diharapkan dengan penegakan etik yg lebih baik di Unilak kedepan menjadi universitas Unggul 2030,”tutup Tatang. (rls)

Baca Juga

Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, Unilak Jalin Kerjasama dengan P3A2P2KB

Riaupintar.id — Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus …