Kamis , 21 November 2019

Bupati Siak Pertanyakan Soal 107 Anak Putus Sekolah

Bupati Siak, Drs Alfedri MSi

Riaupintar.id — Program wajib belajar 9 Tahun yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Siak berlansung sejak Tahun 2011. Namun, masih ada ditemukan anak yang putus sekolah, Jumlahnya pun cukup besar, 107 anak.

Hal ini disampaikan Bupati Siak Drs H Alfedri MSi saat memimpin Rapat Fisik Keuangan (RFK) Tahun 2019 di ruang Raja Indra Pahlawan Room, Kantor Bupati Siak, Selasa 20 Agustus 2019.

Untuk kepastian terhadap data anak putus sekolah tersebut, dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan untuk dapat memastikan keabsahan benar tidaknya informasi tersebut.

“Dan dalam perkiraan saya, mungkin yang putus sekolah ini anak-anak yang berada di wilayah pelosok, Untuk itu saya minta juga kepada Dinas Pendidikan supaya dapat memetakan anak putus sekolah sesuai dengan jenjangnya. Kenapa ini harus kita cegah, sebab program Pemerintah Kabupaten Siak sudah cukup lama dilaksanakan terhadap wajib belajar sembilan tahun, jangan sampai ada yang buta huruf di Siak ini,” tegasnya.

Selama ini, kata Alfedri, Pemerintah Daerah telah mengalokasikan dana setiap tahun untuk anak yang kurang mampu. Tujuannya agar mereka yang kurang mampu bisa memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan.

“Saya tidak mengerti terhadap persoaalan ini. Dimana letak kesalahannya sampai masih ada anak-anak di Siak ini yang putus sekolah. Jikalau ini betul-betul ditemukan dilapangan, maka harus diupayakan mereka dapat meneruskan pendidikannya. Entah itu lewat program kejar paket A, B dan C,” tukas Alfedri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, H Lukman SSos MPd pada kesempatan itu menyampaikan bahwa memang benar ada sejumlah anak yang putus sekolah di kabupaten Siak.

“Penyebabnya antara lain ikut orang orang tuanya berpindah-pindah. Disisi lain, ada juga disebabkan keterbatasan fisik, dan lain sebagainya.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua seperti lewat sejumlah program yang telah kita rencanakan sesuai dengan kebutuhan pendidikan itu sendiri. Yang jelas untuk memastikan semuanya data anak putus sekolah seperti yang disampaikan oleh pak Bupati, kita akan mengecek ke lapangan dengan meminta data dari setiap kepala sekolah yang ada di daerah,” ucap Lukman.(jas)

Baca Juga

Alfedri : Kami Sayang Kalian, Jangan Ikut Salah Gunakan Narkoba

Riaupintar.id — Bahaya Narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi bangsa mendapat …