Selasa , 13 April 2021

Din Syamsuddin Kampanye go Paperless di Umri

Riaupintar.id — Kampanye go paperless sangat penting di tengah manusia yang saat ini dihantui global warming. Dimana, dampak global warming tersebut sangat sistemik baik secara lokal maupun global.

Hal itu disampaikan Din Syamsuddin dihadapan peserta dari Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyah se Indonesia dalam kampanye go paperless, Rabu 17 Maret 2021, dimana Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dipercaya menjadi tuan rumah.

Din menekankan, global warming bisa terjadi tak terlepas dari efek rumah kaca dan penggunaan kertas secara massif. Karena, penggunaan kertas itu berkaitan dengan aktivitas penebangan pohon. Terutama di kawasan hutan tropis.

Kondisi ini menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sebagai krisis moral. Dimana, masih ada pandangan manusia yang melihat alam hanya sebagai objek, bukan subjek.

“Padahal, ajaran Islam justru memandang alam sebagai subjek kehidupan. Termasuk flora dan fauna sebagai mahluk yang berjiwa,” tuturnya.

Upaya go paperless untuk mengurangi dan bila perlu meniadakan penggunaan kertas, menurut Din merupakan suatu solusi. Termasuk juga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dari minyak bumi atau batubara. Karena, bahan bakar fosil dan batubara merupakan bahan baku yang tak dapat diperbaharui.

Oleh karena itu, pada tahun 2017 lalu, Din bersama sejumlah pemuka lintas agama Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Buddha, dan Agama Tradisi meluncurkan IRI. Bersama Bishop Desmon Tutu dan pemuka agama Yahudi, Din yang mewakili umat Islam juga ikut menggaungkan petisi di change.com terkait target tidak ada lagi menggunakan energi fosil dan batubara di tahun 2050.

Termasuk di dalamnya yaitu upaya mengurangi penggunaan kertas yang dihasilkan dari pohon-pohon yang ditebangi di lingkungan kampus.

“Diharapkan kampus-kampus Muhammadiyah dan Aisyah di Indonesia sudah menerapkan kampus hijau. Di antaranya dengan menanam pohon di lingkungan kampus,” tuturnya.

Sementara, Rektor Umri Dr Mubarak MSi mengakui saat ini kampus Umri memang belum terlalu hijau. Pasalnya, saat ini proses pembangunan di kampus masih berlangsung. Ke depan, Umri susah memiliki perencanaan menjadi kampus ramah lingkungan. Hal itu diwujudkan dengan menerapkan program kampus hijau yang peduli dengan lingkungan hidup.

Terkait go paperless, Rektor menyebut memang hak ini menjadi masalah yang kompleks. Masih ada pandangan yang membedakan sektor ekonomi dengan lingkungan hidup. Padahal, baik ekonomi, lingkungan hidup maupun sosial harusnya saling berkaitan. Dengan demikian, segala aktivitas ekonomi juga perlu dilihat dampaknya dari segi lingkungan hidup dan sosial.

Umri, tambahnya, harus bisa membangun dan membudayakan aksi paperless di kampus. Misalnya menggunakan sistem IT untuk sejumlah urusan yang sebelumnya masih membutuhkan kertas. Karena itulah, Umri telah meluncurkan sejumlah aplikasi terkait administrasi di kampus baik untuk mahasiswa, karyawan dan dosen.

“Adanya pandemi Covid-19 ini juga mempercepat akselerasi terhadap penggunaan kertas. Dimana, pengurangan penggunaan kertas mencapai hampir 90 persen di Umri,” terang Mubarak.

Misalnya saja, untuk disposisi surat, undangan dan sebagainy a sudah tak lagi menggunakan kertas, tapi dengan sistem berbasis IT yang telah dibangun oleh Umri dan terintegrasi di website http://umri.ac.id.

Selain Din Syamsuddin, kegiatan ini juga menghadirkan Gatot Supangkat dari LP3M Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai narasumber yang dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa kampanye go paperless telah berlangsung di kampusnya. Dimana, sebelum pandemi pun, upaya pengurangan penggunaan kertas di UMY sudah dilakukan.

Namun, menurut dia, langkah itu sebenarnya bukan sekadar masalah sistem. Tapi lebih pada sikap. Dimana, perlu ada kesadaran dari tiap individu di kampus akan pentingnya mengurangi penggunaan kertas demi menjaga kelestarian alam. Termasuk untuk mengurangi laju penebangan pohon sebagai bahan baku kertas.

Sementara Direktur Program IRI, Dr Hanafi Guciano menyampaikan bahwa pemilihan Riau tepatnya Umri sebagai tuan rumah dikarenakan di Riau masih berdiri perusahaan penghasil kertas berskala internasional.

“IRI ingin menyampaikan bahwa mengurangi penggunaan kertas sangat penting demi menjaga kelestarian alam,”ungkapnya yang dalam kesempatan itu bertindak sebagai moderator. (nik)

Baca Juga

FKIP Unilak Gelar Yudisium XXI, 91 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar Sarjana Pendidikan

Riaupintar.id — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar Yudisium ke-XXI …