Selasa , 24 November 2020

Dosen Unilak Gelar Pelatihan Medsos Sebagai Alat Promosi Produk Lokal Secara Daring

Riaupintar.id — Memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, desa Kriung Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan perlu mendapatkan pembelajaran bagaimana bisa mempromosikan potensi-potensi yang ada didesa tersebut.

Hal itulah yang diberikan tim dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru. Mereka melihat berbagai potensi yang ada di desa Kriung seperti Kelubi (salak hutan), karet, sawit, ubi, dan lain lain. Serta juga potensi budaya ada Silat Pangean yang berkembang dan merupakan silat dari Desa Pangean Taluk Kuantan.

Untuk hasil dari penggalian kreatifitas di desa Kriung banyak membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan baku yang ada seperti tikar pandan, piring dari bahan baku lidi sawit, pembuatan miniatur kapal dan lain lain yang mana hasil produksi tersebut hanya dipasarkan pada saat ada pameran saja.

Informasi ini kemudian langsung di tangkap tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan menggunakan media sosial dalam mempromosikan produk dan wisata lokal di Kecamatan Bunut.

Tim dosen yang terlibat yaitu
Liviawati., SE., MSi., Ak., CA, Gusmarila Eka Putri., SE., M. Ak., CA dan Dr. Jeni Wardi., SE., M. Ak., Ak., CA.

“Instagram, facebook, market place dll bukanlah hal yang baru lagi bagi masyarakat,”ujar Jeni, Jumat 6 Nopember 2020 saat dihubungi.

Kegiatan pelatihan dilakukan secara daring September lalu, dengan pembentukan group whatshap, teleconference, video call dan menggunakan geogle form untuk penyebaran koesioner.

Kuesioner ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana partisipan memahami materi yang diberikan tim dalam pengabdian masyarakat ini. Materi untuk partisipan dikemas dalam bentuk youtube,di youtube tersebut juga ada tutorial tentang bagaimana cara promosi di market place dan instagram.

“Kecamatan Bunut ini memiliki banyak potensi, ada wisata bumi perkemahan kemudian agrowisata Tetesan Air Mata yang dikelola oleh orang pribadi, ini masih belum dilirik, kurang diekspos sehingga keberadaannya tidak diketahui oleh masyarakat sekitar Kecamatan Bunut apalagi masyarakat diluar kecamatan. Dan selama ini hasil produksi dipasarkan pada saat ada pameran saja,” kata Jeni.

Dijelaskan Jeni, Kecamatan Bunut bukanlah daerah yang susah dijangkau karena jalan penghubung antara kabupaten dengan Kecamatan Bunut merupakan jalan aspal yang bagus.

“Bunut ini pun merupakan kecamatan yang dilalui oleh wisatawan yang akan berkunjung untuk melihat dan berselancar di Ombak Bono,” jelasnya.

Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan menggunakan media sosial sebagai alat untuk mempromosikan dan memasarkan produk dan tempat-tempat wisata yang ada dibunut.

“Hasil yang dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan partisipan tentang fungsi media sosial dalam mempromosikan dan memasarkan produk serta tempat wisata,” sebut Jeni.

Tim dosen Unilak berharap selain adanya peningkatan pengetahuan juga terjadi peningkatan keterampilan partisipan dalam menggunakan media sosial dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk.

“Karena wabah covid maka kami tim pengabdian tidak bisa turun langsung memberikan materi dan tutorial mengenai penggunaan media sosial, tapi tim bersama peserta dapat mempraktekkan bagaimana menggunakan marketplace, histagram, mengunggah foto produk atau tempat wisata sehingga bisa dilihat lebih luas oleh orang banyak,”kata Jeni. (rls)

Baca Juga

Tentang Pengelolan Masjid, Dosen Unilak Gelar Webinar Secara Daring

Riaupintar.id — Agar produktif, masjid perlu dikelola dengan baik. Hal itu juga akan menggambarkan kondisi …