Kamis , 29 Juli 2021

Dosen Fekon Unilak Beri Pelatihan Penghitungan Harga Pokok Produk Bagi Pengelola Bank Sampah

Riaupintar.id — Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) konsisten membantu pengelola bank sampah dalam rangka meningkatkan pendapatan. Salah satunya bagi pengelola bank sampah  Raziq Damai Bersih (RDB) yang beralamat di Jalan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru.

Ketua Bank Sampah RDB Azniwati menjelaskan, Bank Sampah RDB ini berdiri belum cukup 1 tahun, tetapi sudah aktif menerima sampah dari masyarakat sekitar. Di bank sampah ini banyak mengasilkan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis tapi masih kesulitan menentukan harga.

“Maka kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Ekonomi Unilak membantu pengelola bank sampah tentang harga pokok produk bank sampah,” kata ketua tim Dr. Jeni Wardi, SE, yang dihubungi Ahad 20 Juni 2021, sebagai anggota adalah Liviawati.SE.,M.Si.,Ak,CA dan Gusmarila Eka Putri.SE.M.,Ak.

Dr. Jeni mengatakan, Tim PKM Fekon Unilak berkolaborasi dengan LPPM (Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat)  yang juga mengadakan kegiatan dengan TOR (Term of Reference) serah terima bantuan mesin jahit dan pelatihan (Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik) bagi pengelola Bank Sampah Raziq Damai di Kelurahan Lembah Damai.

“Tim dari LPPM memberikan pelatihan pengolahan sampah dari bahan organic yang akan dijadikan produk berupa pupuk kompos. Kemudian tim LPPM juga memberikan pelatihan pengolahan sampah dari bahan anorganik, seperti botol plastic bekas, kemasan plastic bekas, yang diubah menjadi produk cantik yang bernilai jual seperti kotak tisu, tas belanjaan sayur, pouch cantik, wadah permen, dll,” sebut Jeni.

Kegiatan telah berlangsung sejak tahun lalu dan terus berlangsung hingga kini dengan meberikan pendampingan, praktek diawali dengan produk dari bahan botol plastik.

“Setelah itu pengelola Bank Sampah RDB mulai mempraktekkan langsung dengan bahan yang tersedia hingga menjadi satu produk jadi (pada waktu itu yang dibuat adalah tempat permen),”ucap Jeni.

Jeni menambahkan, ketika produsen mengetahui harga pokok produk maka selanjutnya bisa menentukan mark up harga yang menjadi harga jual produk, dengan kata lain bisa menentukan margin keuntungan yang diinginkan di atas harga pokok tersebut.

Selanjutnya ketika menentukan harga jual perlu diperhatikan kondisi pasar, apakah harga yang ditetapkan sudah cukup bisa bersaing dipasaran? Apakah tidak terlalu mahal atau terlalu murah.

“Ketika harga pokok produk sudah dihitung dengan baik dan benar, maka agar produk dapat laku dipasaran sebaiknya ibu-ibu pengurus bank sampah  tidak menetapkan margin yang terlalu tinggi yang mengakibatkan harga jual yang tinggi sehingga produk tidak dapat bersaing di pasaran karena kemahalan, inilah yang disebut strategi penjualan. Yaitu terdiri dari 3 elemen biaya, biaya tersebut terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead,”pungkas Jeni yang konsisten membantu masyarakat lewat program bank sampah.

Jeni menyebutkan tujuan bimbingan teknis agar pengelola bank sampah mampu untuk menghitung harga pokok produk yang efektif sehingga usaha dan bisnis bank sampah bisa menghasilkan keuntungan yang layak. (rls)

Baca Juga

Dosen Pascasarjana Unilak Jadi Pembicara dalam Webinar Bincang Bincang Rumbai

Riaupintar.id — Dosen Pascasarjana Prodi Magister Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) menjadi pembicara dalam Webinar …