Kamis , 28 Oktober 2021

Fakultas Ilmu Komputer UMRI Gelar Seminar CTIA

Riaupintar.id — Fakultas Ilmu Komputer UMRI kembali menyelenggarakan seminar nasional Computation Technology and its Application (CTIA) pada Senin 11 Oktober 2021 bertema Peran Teknologi Informasi Dan Kecerdasan Buatan Pada Penanganan Pandemi Covid-19.

Agenda tersebut diselenggarakan secara virtual melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui Youtube Universitas Muhammadiyah Riau. Rektor UMRI Dr. Mubarak, M.Si hadir untuk membuka seminar nasional secara resmi.

Seminar nasional Fakultas Ilmu Komputer tahun ini mengundang dua narasumber yaitu Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Ketua tim Inventor GeNose, alat deteksi cepat Covid-19; dan Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T.c, Ketua tim Inventor Robot Medical Assistant ITS-Airlangga (RAISA).

Dalam paparannya, Prof. Kuwat mengatakan bahwa risetnya bertujuan untuk mengembangkan perangkat-perangkat yang dapat melakukan fungsi selayaknya indera manusia, seperti lidah elektronik, hidung elektronik, dan mata elektronik tanpa lensa.

“Dan genose adalah salah satu produk yang dikembangkan dari riset saya tentang hidung elektronik, yang kita tahu telah menjadi produk yang digunakan secara luas oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi alat deteksi cepat covid-19 terutama di sebagian besar Bandar Udara dan Stasiun di Indonesia melalui kementerian kesehatan dan kementerian ristekbrin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa dengan membreakdown secara rinci Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) produk dan berkolaborasi dengan industri maupun lembaga-lembaga pemerintah, hasil penelitian akan lebih berpeluang untuk diimplementasikan / digunakan secara luas. Dan lebih baik, lagi jika Universitas mengembangkan startup sendiri.

Senada dengan hal itu, Dr. Ketut mengungkapkan jika sebuah kampus ingin penelitian diimplementasikan / digunakan masyarakat, harus memiliki startup sendiri untuk mengatur dan merencanakan secara rinci business plan, baik dari perancangan produk, hingga aftersales nya.

“Semua produk inovasi harus ada kebutuhan dan semua itu bisa dikerjakan jika ada kolaborasi dan komitmen,”paparnya.

Robot RAISA telah didistribusikan sebanyak 21 unit ke 16 RS di Indonesia, atas kerjasama antara ITS dengan berbagai institusi dan perusahaan, termasuk Kementerian Ristekbrin RI.

Jumlah Makalah yang diseminarkan pada sesi paralel session berjumlah 53 hasil penelitian ilmiah di bidang Teknologi Informasi. Makalah-makalah penelitian berasal dari berbagai afiliasi yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Provinsi Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara. Sedangkan peserta webinar sebanyak 332 peserta yang juga tersebar dari seluruh Indonesia, dari pulau Sumatera, Jawa hingga Sulawesi. (rls)

Info selengkapnya tentang kegiatan ini dapat diakses http://www.umri.ac.id

Baca Juga

Ketika Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa UMRI Berwirausaha

Riaupintar.id – 95 persen produk kreatif di Indonesia dihasilkan dari pulau Jawa. Sementara, di Riau …