Kamis , 28 Mei 2020

Fikom UIR Bekali Siswa Tiga Sekolah di Kampar dengan Literasi Digital

Riaupintar.id — Dalam upaya membentuk siswa menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kreatif dan kritis. Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Riau (UIR) bekali siswa di Tiga sekolah di Kabupaten Kampar dengan pelatihan dan seminar literasi digital.

Tiga sekolah yang menjadi sasaran bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat UIR, pada Rabu 12 Februari 2020 tersebut adalah, SMPN 3, SMAN 1 dan SMKN 1 Kota Bangkinang.

Dosen Ilmu Komunikasi UIR Al Sukri, M.I.Kom, yang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan seminar literasi mengatakan, kehadiran dunia digital seperti media sosial merupakan sebuah keniscayaan dan tak terhindarkan bagi kalangan siswa saat ini.

“Namun menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kreatif dan kritis adalah soal sejauh mana kemampuan membekali generasi muda tersebut dengan literasi digital,” sebutnya.

Menurutnya siswa adalah kalangan pengguna aktif media sosial namun sangat rentan terhadap penyalahgunaan media sosial tersebut. Oleh karenanya gerakan literasi media harus dikuatkan
dikalangan remaja tersebut sehingga media sosial.

“Perkembangan teknologi dunia digital yang saat ini tumbuh pesat dan beragam harusnya dimanfaatkan untuk mengasah kreativitas siswa dan menunjang prestasi belajar. Untuk menjadikan siswa sebagai pengguna media sosial yang kreatif, sekaligus cerdas dan kritis
tersebut, maka generasi muda ini harus dibekali dengan penguatan literasi digital,” kata Al Sukri.

Dosen Fikom UIR lainnya Dr. Fatmawati, S.Ip., MM, menyatakan bahwa, kegiatan seminar penguatan literasi digital yang dilakukan Fikom UIR di tiga sekolah di Kabupaten Kampar tersebut, karena minimnya literasi digital di kalangan pelajar. Banyak pelajar terpapar dampak negatif daripada media sosial
tersebut.

“Kesalahan dalam mencerna informasi, kecanduan media sosial, sampai pada penyebaran informasi pribadi dan informasi yang tidak layak merupakan bentuk netatif dari lemahnya literasi
digital dikalangan siswa. Hal ini tidak bisa kita dibiarkan begitu saja, karena dunia digital tersebut harusnya bisa dijadikan wadah pengembangan kerativitas dan menunjang prestasi belajar,” jelas Fatmawati.

Dampak negatif pengunaan teknologi digital menurut Fatmawati juga sangat
terasa dalam lingkungan keluarga, di mana interaksi antara anggota dalam keluarga berkurang.

“Hari ini gadget mampu membuat perubahan jarak ketika para anggota keluarga berkumpul, kondisi yang terjadi adalah jarak yang selah-olah terpisah, karena setiap orang sibuk dengan handphonenya masing-masing,” katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 1 Bangkinang, Djunaidi, M.Pd, menyambut positif gerakan penguatan literasi digital yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
tersebut. Djunaidi berharap, kedepanya banyak dari kalangan kampus untuk terlibat langsung dalam pemberian dan penguatan gerakan literasi.

“Kita disekolah juga berupaya keras untuk menguatkan literasi siswa kita dengan berbagai cara. tetapi keterlibatan kalangan kampus akan sangat membantu kami lagi. Kita berharap kalangan kerjasama ini terus bias dilanutkan,”kata Djunaidi. (rls/nik)

Baca Juga

Tidak Hanya Menghapus UN, UKK bagi Siswa SMK juga Ditiadakan

Riaupintar.id — Tidak hanya menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA dan SMK sederajat, Kementerian Pendidikan …