Kamis , 19 Mei 2022

Hadirkan Ketua Komisi Yudisial RI, UMRI Gelar Kuliah Umum

Riaupintar.id – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengadakan kuliah umum bertemakan Menjaga Integritas Hakim dalam Membangun Kredibilitas Peradilan, Selasa 26 Oktober 2021.

Kuliah umum yang diikuti mahasiswa secara online dan offline terbatas di aula rektorat UMRI Jalan Tuanku Tambusai ujung tersebut menghadirkan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Prof Dr Mukti Fajar Nur Dewata S.H, M.Hum, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Rektor UMRI Dr Mubarak M.Si menyampaikan bahwa pada hari ini, integritas hakim dan akuntabilitas peradilan sebagai pemegang mandat kekuasaan kehakiman terus menjadi sorotan. Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan cenderung semakin menurun.

“Sinisme masyarakat kepada “hukum” negara ini seakan sulit dibendung. Hal ini tentu sangat disayangkan,” kata Mubarak.

Untuk itu, lanjutnya, hakim sebagai posisi strategis dalam peradilan amat sangat bermakna bagi para pencari keadilan. Hukum yang menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, penerapan hukum yang tidak berat sebelah antara sang miskin dan sang kaya, sang rakyat biasa dan para pemilik kuasa. Integritas hakim sebagai para “Wakil Tuhan” akhirnya menjadi harga mati untuk mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kuliah umum dengan narasumber Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia dilaksanakan pada hari ini dalam rangka untuk membahas nilai-nilai dalam menjaga integritas Hakim dalam Membangun Kredibilitas Peradilan. Mudah-mudahan kita dalam memetik manfaat dari kuliah umum pada hari ini,” pungkasnya.

Sementara dalam pemaparannya Mukti Fajar menyampaikan bahwa keberadaan Komisi Yudisial adalah sebagai take and balance, tugasnya dua, yakni melakukan seleksi calon hakim agung, dan menjaga martabat, dan keluruhan perilaku hakim.

“Ini dilakukan karena negara kita adalah negara hukum, karena itulah martabat dan keluhuran hakim itu harus dijaga, karena apa yang diputuskan hakim akan dipertanggung jawabkan terhadap manusia dan sudah barang tentu di akhirat nantinya dihadapan Allah Swt,” ujarnya.

Dia mengaskan, kenapa mereka para hakim ini harus diawasi, karena hakim adalah manusia, yang akan bisa juga tergoda dengan berbagai hal. Karena itulah integritas, moralitasnya harus terjaga agar tidak tergoda dengan hal-hal yang bisa menggoyahkan iman, karena itulah keberadaan Komisi Yudisial ada dalam mengawasi mereka.

Untuk hal itu, menurut nya Komisi Yudisial melakukan peningkatan kapasistas dan peningkatan kesejahteraan hakim, itu merupakan salah satu upaya menjaga martabat hakim.

“Nah, kalau sudah diawasi, dididik, dan mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Yang terjadi hakim ini masih ada yang di teror, jika itu terjadi, hakim agar bisa melapor ke Komisi Yudisial. Contoh kasus terjadi di Bengkalis, dalam kasus narkoba, sang hakim diteror dengan berbagai macam cara, dan Komisi Yudisial hadir disini dalam menjaga keluhuran mereka,” tegasnya.

Ikut hadir dalam kuliah umum tersebut antaralain Kapolda Riau, Kepala Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Ketua Pengadilan Agama Pekanbaru, Ketua Pengadilan Megeri Pekanbaru, Ketua Pengadilan Tata Usaha Pekanbaru, Kepala Kejaksaan Tinggi Pekanbaru, Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Ketua Peradi Riau, Ketua DPD Ikadin Riau, Ketua KI Riau, Para Pimpinan unit kerja di lingkungan UMRI, dan Segenap sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Riau. (rls/nik)

Info lainnya seputar perkuliahan di Umri dapat di akses di http://www.umri.ac.id

Baca Juga

UTBK Gelombang Pertama Dilaksanakan 17 Mei 2022

Riaupintar.id — Sebagai salah satu Pusat Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk …