Selasa , 29 September 2020

Hebat, Mahasiswa Unilak buat Pupuk Kompos dari Tandan Sawit

Riaupintar.id — Tim mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang terdiri dari berbagai fakultas dan lintas angkatan mampu mengukir prestasi di tingkat nasional di kementrian pendidikan dan kebudayaan. Mereka mengolah tandan buah sawit menjadi pupuk kompos.

Hal itu diketahui berdasarkan keluarnya pengumuman yang di tandatangani oleh Direktur Pembelajaran dan kemahasiswaan Aris Junaidi, 5 Agustus lalu tentang, pengumuman program Holistik pembinaan dan pemberdayaan desa (PHP2D).

Ke 10 mahasiswa yaitu, Aris Masduki / Hukum / 2018 (Ketua Tim), dengan anggota Fadel Anggara Zarman (Arsitek 2019), Fandu Mustaqim ( Fasilkom / 2018), Febri Rahma Doni (Akuntansi / 2017), Laura Cindy Zhania ( Manajemen / 2016), Nurul Hidayati (FKIP / 2017),
Nurul Kusaini (Kehutanan / 2018), Ocera Verina (FIB / 2016), Rahimanisa ( FIA / 2017), Wike Sarina (Kehutanan / 2019 ).

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau disingkat PHP2D merupakan program kementrian pendidikan dan kebudayan, dimana tim Unilak lolos dengan judul proposal “Pupuk Kompos TKKS Desa Minas Timur Kecamatan Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau”

Dosen pembimbing Prama Widayat SE.AK, dihubungi Kamis 7 Agustus 2020 mengatakan, TKKS merupakan singkatan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. TKKS ini adalah sisa dari kelapa sawit yang sudah diambil minyaknya, sehingga selama ini TKKS ini dibakar oleh warga untuk dijadikan pupuk kompos, namun itu merusak lingkungan dan juga hasilnya lebih sedikit, dari 1 Ton yang dibakar nantinya menghasilkan 200 Kg abu hasil pembakaran.

Dijelaskan Prama, dalam proposal ini tim unilak, ingin mengolah TKKS dengan cara fermentasi sehingga hasilnya lebih banyak 15% atau setara 350 Kg daripada di bakar hanya 200 Kg dan juga lebih ramah lingkungan. Langkah awal yang dilakukan nantinya adalah membuat rumah kompos sehingga nantinya mudah untuk dilakukan proses fermentasi.

“Setelah pupuk TKKS berhasil dibuat maka dilakukan proses pemasaran secara tradisional dan digital. Dengan pemasaran digital akan memperluas pasar yang ada,” jelasnya.

Tujuan dari program ini, mengurangi dampak buruk bagi lingkungan akibat dari pembakaran TKKS di desa Minas Timur. Kemudian memberdayakan masyarakat untuk membentuk kelompok tani yang akan mengelola TKKS di desa Minas Timur.

“Serta mempromosikan pupuk kompos melalui sarana konvensional dan digital,” pungkasnya. (rls)

Baca Juga

Di Kampar, Dosen FE Unilak Bantu Pelatihan Pencatatan Pelaporan Keuangan BUMDes

Riaupintar.id — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning (Unilak) melakukan pengabdian …