Rabu , 25 November 2020

Hebat, Tim Peneliti Unilak Ciptakan Electronic Noise

Riaupintar.id — Tim Peneliti Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) dari berbagai disiplin ilmu menciptakan alat Electronic Noise (penciuman elektronik), alat dengan berat 5kg berfungsi untuk mendeteksi kematangan buah apakah masak, matang atau mentah dan lain lain.

Tim dosen yang terlibat yaitu Drs Muhammad Rizal MSi (dosen Faperta), sebagai ketua, dengan anggota, Dr. Nurliana Nasution (dosen Fasilkom) David Setiawan.ST.MT (dosen fakultas teknik) dan Muhammad Arif Asan
M.Kom (Fasilkom).

Menurut salah satu peneliti dosen Unilak,Muhammad Arif Asan,saat ditemui mengatakan,pengerjaan riset ini berlangsung selama 6 bulan,dari awal hingga selesai, dan merupakan program pengabdian bidang penelitian Hibah Ristek Dikti 2018-2020 dan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Arif mengatakan bahwasanya Elektronik Nose dibangun bekerjasama dengan Prof.Riyanarto Sarno dan Shoffi Izza Sabilla yang merupakan tim peneliti dari Institut Teknologi Surabaya (ITS).

” Prof Ryanarto Sarno dan Shoffi Izza Sabilla adalah tim teaching dan membantu terlaksananya penelitian ini. Nenas diambil sampelnya dikarenakan nenas merupakan buah identik yang berkembang dari provinsi Riau, Elektronik Nose merupakan hasil kerjasama dosen unilak dengan tim peneliti ITS dan tentu kita berterima kasih kepada tim ITS,”ujar Arif.

Dijelaskan lebih lanjut Arif Hasan, cara kerja alat ini adalah dengan teknologi berbasis mikrokontroler, disini ada data sampel (buah) yang kita gunakan untuk menyampel yang diletakkan di tabung bejana, didalam tabung ada selang kecil yang terhubung ke sensor, yang kemudian dibaca oleh sensor, sensornya ada delapan, selang didalam tabung ini yang kemudian membaca gas yang dihasilkan dari sampel di dalam tabung bejana dan kemudian terkumpul (data data).

Gas yang terkumpul inilah digunakan untuk mendeteksi kematangan atau mentah atau masak buah.

Misalnya buah A, jika buah a masih muda menghasilkan gas apa saja, jika buahnya masih atang gas yang dihasilkan apa saja, begitu juga buah yang sudah masak, tergantung sampel yang diujikan, kemudian didapatkan data, maka dapatlah perbandingan data buah matang masak dan lainlain, maka akan dihasilkan sampel data berupa gas.

“Pengembangan kedepannya bisa jadi varietas di bidang pertanian.ini adalah prototipe membantu pertanian untuk menguji sampel, selama ini nguji sampelkan manual, sekarang bisa berbasis elektronik dan dalam rangka revolusi industri 4.0,” Sebut Harif Asan yang didampingi Muhammad Rizal.

Sementara itu rektor Unilak Dr.Junaidi.S.S.M.Hum yang dikonfirmasi, Kamis 14 Nopember 2019, tentang karya cipta tim peneliti dosen Unilak, mengapresiasi ciptaan dari tim peneliti dosen Unilak karena mampu menghasilkan produk teknologi.

“Harapan kita dosen lain termotivasi untuk menciptakan produk teknologi dari hasil penelitian mereka, ini juga merupakan upaya Unilak menghadapi revolusi industri 4.0.”. Ujar Rektor. (rls)