Kamis , 1 Oktober 2020

Jadi Pembina di SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Ketua PGRI Riau Terima Keluhan Soal Kenaikan Pangkat

Riaupintar.id — Melanjutkan kegiatan Road Show PGRI Riau” Hormati Gurumu, Sayangi Teman” dengan menjadi pembina upacara disekolah-sekolah, Senin 10 Februari 2020 pagi, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Dr.M Syafi’i, menjadi pembina upacara di SMAN 1 Pangkalan Kerinci Pelalawan.

Kegiatan yang sama telah dilakukan M.Syafi’i di beberapa sekolah di Pekanbaru. Seperti bisanya, usai upacara bendera, dilanjutkan dengan audensi dengan para guru.

Ketua PGRI Riau didampngi Ketua LKBH PGRI Riau Taufik, SH,MH, CPLC di SMA N 1 Pangkalan Kerinci banyak menerima keluhan dari guru salah satunya terkait dengan urusan kenaikan pangkat guru didaerah.

” Ya, tadi kita banyak menerima aspirasi, masukan, keluhan dari guru guru didaerah, semua kita tampung menjadi bahan evaluasi kita bersama,” kata Ketua PGRI Riau, Dr.M Syafi’i, Senin 10 Februari.2020.

Syafi’i menilai, dalam proses kenaikan pangkat guru didaerah, ditemukan kendala seperti tidak adanya tim PAK dikabupeten/ kota sehingga menyulitkan guru guru mengurus kenaikan pangkat di provinsi. Banyak guru guru yang tidak terlayani oleh tim penilai kenaikan pangkat. Misalnya, satu kabupten saja ada guru ngurus kenaikan pangkat sekitar 50 orang.

Riau ada 12 kabupaten/kota otomatis tidak akan terlayani oleh tim PAK Provinsi. Belum lagi, jauhnya jarak guru di daerah yang mengurus ke provinsi, tidak hanya dari segi waktu tapi juga dari segi biaya.

“Oleh sebab itu, guru inginkan masalah urusan kenaikan pangkat guru didaerah difasilitasi karena jauhnya jarak guru mengurus kenaikan pangkat di provinsi. Begitu juga dengan tim penilai kenaikan pangkat masih sangat kurang dibandingkan dengan jumlah guru yang mengurus kenaikan pangkat,” kata dosen FKIP Unri ini.

Dengan permasalahan ini, PGRI Riau menyarankan agar kenaikan pangkat diselesaikan dulu kelengkapan administrasi di kabupaten/kota atau cabang dinas pendidikan. Minimal, ada yang mengurus kenaikan pangkat seperti KTU cabang dinas pendidikan. Setelah semua selasai, barulah KTU yang mengantarkan ke provinsi untuk dinilai.

“Sekarang ini langsung ke provinsi oleh guru. Ya kalau urusan langsung selesai, kalau tidak, berapa waktu dan biaya yang dikeluarkan. Seharusnya dilengkapi dulu di daerah pengurusannya, baru dibawa ke provinsi,” ujar Syafi’i. (rls/nik)

Baca Juga

Program Hormati Guru Sayangi Teman, Ketua PGRI Riau Pembina Upacara di SMKN 4 Pekanbaru

Riaupintar.id — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau Dr M Syafi’i Senin 2 Maret …