Minggu , 19 September 2021

Kajian Interaktif LAIK, Mubarak: Kita Mendukung Penuh Kemerdekaan Seluruh Masyarakat Palestina

Riaupintar.id — Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Dr Mubarak menegaskan Dia selaku Rektor mewakili sivitas akademika UMRI mendukung sepenuhnya kemerdekaan bagi seluruh rakyat Palestina.

Hal itu disampaikan Mubarak dalam sambutannya saat membuka kegiatan Kajian Interaktif Refleksi Kemanusiaan bertajuk Mimpi Damai Bumi Palestina yang diadakan Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK) UMRI, Selasa 25 Mei 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring atau virtual melalui aplikasi Zoom meeting tersebut menghadirkan pembicara yakni Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, MA (Duta Besar Indonesia dan Berkuasa Penuh untuk Lebanon),
Ust. Drs. H. Fathurrahman Kamal, M.A (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah), dan Dzulfikar Ahmad Tawala (Sekjen PP Pemuda Muhmadiyah).

“Pertemuan kita hari ini bukan sekedar rasa kemanusiaan, rasa solidaritas kita sebagai manusia biasa. Tetapi kita punya prinsip dan punya nilai dalam kehidupan bangsa dan bernegara yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang tercantum di dalam Pancasila sebagai dasar Negara,” kata Mubarak.

“Ini juga bukan perasaan soladaritas semata. Tetapi dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 bahwa seluruh rakyat Indonesia dalam NKRI kita bertekad untuk tidak memperkenankan dan tidak mentolerir sikap-sikap perilaku penjajahan di dunia ini. Kita semua harus terlibat dalam perdamaian dunia,” sambungnya.

Dikatakan Mubarak, agresi militer yang dilakukan Israel kepada Palestina sesungguhnya adalah nestapa bagi kemanusiaan. Kekejaman Israel yang menyerang perbatasan Palestina hingga mengorbankan ratusan korban jiwa sudah kelewat batas. Maka itu, tidak ada alasan bagi semua untuk tidak membantu dan tidak memiliki rasa solidaritas untuk saudara kita sesama muslim dan sesama manusia. Yang tengah ditindas dan dijajah oleh Zionis di Palestina.

“Gencatan senjata yang diumumkan oleh Israel beberapa waktu lalu belum cukup menenangkan hati kita semua, memastikan saudara-saudara kita dapat hidup damai, beribadah dengan tenang seperti layaknya kita di sini,” tegasnya lagi.

Bantuan Muhammadiyah Pusat dijelaskan Mubarak telah sampai kepada rakyat Palestina pada Kamis lalu di Shifa Hospital dan Jabalia Medical Centre di Gaza. Smentara UMRI juga tergerak hati mengajak bapak ibu dan masyarakat Riau sekalian untuk juga bersama membantu, mendukung kebebasan secara utuh dan mengurangi penderitaan rakyat Palestina pasca konflik sebaik yang kita bisa. Karena ada banyak sektor yang harus dipulihkan dan difasilitasi untuk melanjutkan hidup bagi semua korban.

“InshaAllah energi dan potensi yang telah dibangun selama bulan Ramadhan dan sudah didapatkan pada Idul Fitri, dapat menjadi sebuah energi daya kekuatan untuk mempertahankan tanah air Palestina melawan penjajah yang terus mengumandangkan ungkapan kebencian kepada saudara kita di sana,” pungkasnya.

Duta besar Indonesia dan Berkuasa penuh untuk Lebanon Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, MA pemaparannya mengatakan perdamaian di Palestina memang merupakan perjalanan panjang. Bahkan sudah terjadi antar generasi dan berlangsung selama 75 tahun terakhir. Selama konflik, beberapa generasi Palestina ada yang sudah pindah ke negara lain. Namun, upaya untuk menjadikan Palestina sebagai negara berdaulat tetap dilakukan.

“Mungkin kita sekarang ikut mendukung namun baru anak cucu kita yang akan melihat berdirinya Palestina yang merdeka dengan Al Quds sebagai ibukotanya,” ujarnya.

Menurut Hajriyanto, ada sejumlah faktor yang membuat perdamaian di tanah Palestina sulit terjadi. Di antaranya sikap Amerika yang tidak adil. Peran Amerika Serikat memang sangat besar di Timur Tengah, termasuk di kawasan yang diklaim oleh Palestina dan Israel. Salah satunya karena Amerika selalu membela dan memberi senjata untuk Israel. Seiring dengan itu, sejumlah negara Arab juga menerima bantuan dari Amerika. Sejumlah negara Arab juga memiliki hubungan bisnis dengan Israel sesuai dengan kepentingan nasionalnya masing-masing.

Faktor lainnya yaitu, Amerika berkepentingan dalan pengamanan akses politik terhadap ketersediaan minyak. Sehingga Amerika mendapat kemudahan memperoleh minyak.

“Karena minyak diperlukan untuk menghidupkan industri, kendaraan dan sebagainya,” katanya.

Pembicara lainnya Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menekankan pentingnya umat Muslim mengedepankan semangat melakukan liberasi atau pembebasan. Kemudian, terdorong menghilangkan penzaliman terhadap rakyat Palestina. Lebih lanjut, ia menilai pentingnya semangat wujud nyata dukungan terhadap masyarakat Palestina.

Fathurrahman juga menyoroti sikap sejumlah aktivis dan dai. Dimana, diam-diam ada berbagai narasi yang dibangun oleh sejumlah aktivis dan dai tentang ketidakberpihakan pada perjuangan masyarakat Palestina.

“Ada beberapa aktivis dan dai yang menyebutkan bahwa hanya Dua persen masyarakat Palestina yang bertauhid. Bahkan ada yang menyebut kejelekan-kejelekan masyarakat Palestina,” ujar Dia.

Hal ini dianggap menjadi masalah di internal Islam sendiri. Karena itu, kader Muhammdiyah harus menunjukkan keberpihakan pada Palestina. Karena itu merupakan wujud jihad moral warga Muhammadiyah.

Sementara, Dzul Fikar Ahmad Tawalla yang juga Sekretaris Jendral PP Pemuda Muhammadiyah mengulas tentang sejarah keberadaan bangsa Yahudi berdasarkan Alquran. Termasuk bagaimana negara Israel bisa terbentuk yang memicu terjadinya konflik berkepanjangan hingga saat ini.

“Kita berharap konflik ini bisa segera berakhir, sehingga korban jiwa dan harta benda tidak ada lagi,”pungkasnya. (nik)

Baca Juga

Kado Milad ke-59, Rektor UIR Dukung Rencana YLPI Dirikan Rumah Sakit

Riaupintar.id — Rencana Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau untuk mendirikab Rumas Sakit di Jalan …