Kamis , 29 Juli 2021

Kemitraan dengan PT.CPI, Unilak kini Punya Bank Sampah

Riaupintar.id — Model kemitraan kalangan swasta, pemerintah, dan institusi pendidikan tinggi menjadi pendorong lahirnya bank sampah di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Senin 29 Maret 2021.

Sebelum berdirinya bank sampah di Unilak, Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unilak selama dua tahun telah melakukan pendampingan program sampah di tiga wilayah di Riau yaitu Siak, Bengkalis, Pekanbaru.

Selama itu pula LPPM Unilak mendapatkan dukungan dari PT Chevron Pasific Indonesia, dan dengan dukungan Rektor Unilak akhirnya diakhir bulan Maret, bank sampah Unilak berdiri.

Bedirinya bank sampah Unilak merupakan wujud nyata Unilak peduli pada lingkungan agar sampah tidak lagi menjadi masalah tapi menjadi berkah dan menghasilkan.

Peresmian bank sampah Unilak dilakukan oleh Walikota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten II Sekda Kota Pekanbaru Ir Hj El Sabrina MT.

Ikut hadir Rektor Unilak Dr. Junaidi.SS.M.Hum, GM Corporate Affair PT Chevron Pasific Indonesia Sukamto Thamrin, Camat Rumbai, Sekcam, pejabat DLHK Kota, wakil rektor I Unilak Zamzami S.Kom.M.Kom, wakil rektor II Hardi SE.MM, wakil rektor III Dr Bagio Kadaryanto.SH.MH, ketua LPPM Unilak Ir. Latifa Siswanti.MP, dan jajaran camat, lurah dan dosen.

Peresmian bank sampah ditandai dengan pemotongan pita oleh Asissten II Sekko Pekanbaru, GM PT CPI, Rektor. Setelah itu rombongan langsung melihat gedung bank sampah Unilak. Bank Sampah Unilak letaknya berada di lingkungan GOR PKM dekat Fakultas Hukum, bangunan dengan luas 8×12 meter persegi, disini tersedia dua mesin sampah, kemudian kendaraan sampah.

Pada kesempatan itu Elsabrina menyebut bahwa Pemko Pekanbaru sangat menyambut baik berdirinya bank sampah di Unilak.

“Seiring bertambahnya penduduk maka semakin banyak volume sampah, sudah saatnya cara berpikir tentang sampah harus diubah, pengelolaan sampah bisa dengan cara merubah pola, membatasi, memakai ulang, kemudian memperbaiki, dan mendaur ulang sampah,”kata Dia.

Di sebutkan Elsabrina, masyarakat harus disadarkan bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama karena berkaitan dengan lingkungan, kebersihan kesehatan dan keindahan. Pekerjaan ini tidak mudah karena menyangkut kebiasaan, budaya, dan kepedulian sebagian masyarakat rendah.

“Peresmian ini dimaksudkan untuk menanam kebiasaan diri masyarakat agar membuat sampah dengan benar, sehingga dengan timbul kepedulian lingkungan masyarakat, semoga mendorong terwujudnya masyarakat yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara Rektor Junaidi mengucapakan terima kasih kepada tim LPPM yang luar biasa memberikan perhatian sampah di Pekanbaru maupun di Riau.

“Tidak banyak orang yang mau memberikan pelatihan dan perhatian, dan tim LPPM sangat solid meracang program program sampah, terimakasih kepada pemko Pekanbaru bermitra dalam pengelolaan sampah, dan PT CPI yang selama dua tahun memberikan banyak bantuan dalam program bank sampah,” katanya.

Diceritakan Rektor, LPPM Unilak bersama PT CPI sangat masif sekali untuk program sampah, kemudian saya minta ke LPPM agar Unilak juga harus berdiri bank Sampah, dan akhirnya berdiri.

“Bank sampah Unilak fisiknya dibangun Unilak, CPI bantu alatnya. Nah bagi Unilak keberadaan bank sampah di Unilak harapannya bisa menjadi pusat untuk mengedukasi masyarakat tentang sampah. Semangat bagaimana menjaga lingkungan itu lebih penting, bagaimana kesadaran pengelolaan sampah meningkat. Dan ini bisa menjadi riset, bisa mengembangkan pupuk organik disini (Unilak) ada fakultas pertanian,” ungkapnya. (rls)

Baca Juga

Sepakat Majukan Pendidikan di Riau, Unilak – PCR Jalin Kerjasama

Riaupintar.id — Dua Universitas bertetangga yang beralamat di Rumbai Pekanbaru yakni Politeknik Caltex Riau (PCR) …