Kamis , 1 Oktober 2020

Kukerta, ini Inovasi yang Dilakukan Mahasiswa Univrab

Foto bersama Mahasiswa Kukerta Univrab dengan Dosen

Riaupintar.id – Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Mahasiswa Universitas Abdurrab (Univrab) Riau di Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat.

Adalah buah Nenas, yang merupakan potensi lokal didaerah tersebut dijadikan Dosen Pembimbing dan mahasiswa untuk bisa dikembangkan masyarakat, lalu hasilnya diolah, dengan berbagai macam jenis olahan, yang jika dikembangkan akan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Menurut Dosen Pembimbing Mahasiswa Kukerta Univrab Husni Mubarak ST MSc, kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Lembah Damai. Peserta Kegiatan pengabdian dihadiri oleh ibu-ibu, anak-anak dan mahasiswa Kukerta. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan dan mencoba hasil olahan nanas tersebut.

“Peserta yang hadir memberikan respon yang baik selama kegiatan bahkan beberapa diantara dari mereka ada yang memberi pertanyaan. Untuk mengetahui pemahaman mereka kami juga memberikan pertanyaan dan mereka dapat menjawabnya. Kegiatan ini memberikan wawasan yang baru cara pengolahan buah nanas selain sebagai bahan tambahan pada masakan dan buah meja,” jelasnya.

Lebih lanjut Husni menguraikan bahwa Sari buah merupakan cairan jernih atau agak jernih, tidak difermentasi, diperoleh dari pengepresan buah-buahan yang telah matang dan masih segar. Gula dan susu ditambahkan untuk mendapatkan rasa manis. Pemurnian sari buah bertujuan untuk menghilangkan sisa serat-serat dari buah dengan cara penyaringan, pengendapan atau sentrifugasi dengan kecepatan tinggi yang dapat memisahkan sari buah dari serat-serat berdasarkan perbedaan kerapatannya.

Sari buah yang tidak dimurnikan akan berakibat terjadinya pengendapan di dasar botol. Hal tersebut tidak diinginkan karena akan menurunkan penerimaan konsumen. Menurut Muljohardjo dalam pengolahan sari buah ada dua jenis sari buah yaitu sari buah jernih dan sari buah keruh. Penerimaan konsumen terhadap kedua jenis sari buah ini berbeda-beda tergantung selera.

“Sari buah yang jernih pada umumnya tidak dikehendaki karena mempunyai penampakan, dan flavor yang kurang. Sedangkan sari buah yang keruh banyak dikehendaki konsumen karena mempunyai penampakan, flavor dan aroma yang lebih baik dengan adanya zat-zat yang tidak terlarut yang masih melayang-layang di dalam sari buah. Secara garis besar proses pembuatan sari buah adalah pertama-tama dilakukan grading dan sortasi. Buah harus matang tapi jangan terlalu matang sebab kadar asam dalam buah akan terlalu rendah dan sari buah akan banyak mengandung gummy,” ujarnya.

Selesai sortasi menurut Husni dilanjutkan dengan pembersihan dan pencucian untuk menghilangkan semua kotoran yang melekat maupun yang tidak melekat yang terdapat bersama-sama dengan buah nenas. Setelah itu buah dikupas, dicuci kembali dan dipotong-potong dan dihancurkan menggunakan Blender. Sari buah yang diperoleh disaring menggunakan kain saring, ditambah air gula, dan susu kental manis kemudian dipasteurisasi. Siapkan botol atau kaleng steril.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberikan pembelajaran menganai cara dan mengembangkan Nenas dengan baik, hingga berhasil, dimana dijelaskan bahwa pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman Nanas. Meskipun demikian, lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir, subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah.

Kesuburan tanah dapat meningkatkan produktivitas, oleh karenanya tanah yang digunakan untuk menanam nanas sebaiknya memenuhi kriteria tanah subur. Tanah yang subur terdiri atas hawa (udara) 25%, air 25 %, mineral 45%, dan bahan organic 5 %. Atas dasar tersebut, maka kesuburan tanah dinilai atas dasar tinggi rendahnya kadar mineral (unsur hara essensia makro dan mikro) dan mudah sukarnya mineral diserap tanaman.

Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4,5-6,5. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6,5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. Sedangkan tanah yang asam (pH 4,5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium, dan Molibdinum dengan cepat.

Lahan yang akan ditanami sebaiknya dibersikan dari batu-batu yang besar, alang-alang atau tunggul batang dan sebagainya, agar tidak mengganggu sistem perakaran tanaman atau menghangambat penyerapan unsur hara. Bersihkan lahan dari kotoran-kotoran, daun dan ranting bekas pangkasan yang dapat menjadi sumber penularan hama dan penyakit.

“Pola yang digunakan adalah satu baris, dua baris atau tiga baris tanaman per bedeng, pola tanam yang banyak digunakan adalah pola dua baris tanaman per bedeng. Ukuran bedeng di buat dengan ukuran lebar 1,2 m dan panjang sesuai kondisi lahan, dan jarak per bedengan 50-60cm,” sebutnya.

Lalu, jarak tanam pada pola tanam satu baris adalah jarak dalam baris 35-50cm dan jarak antar baris 80-100cm, sedangkan bila menggunakan pola tanam dua baris maka jarak baris 35-50-cm dan jarak antar baris terdekat sama dengan jarak dalam baris.

Sebelum ditanam bibit harus terlebih dahulu diseleksi. Bibit yang terserang penyakit atau tidak sehat harus di buang, bibit diklasifikasikan berdasarkan ukuran dan asal bibit, hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, induksi pembuangan (forcing) dan panen. Ukuran bibit yang berbeda akan mempengaruhi saat induksi pembuangan, panen, dan ukuran buah.

Bibit merupakan salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman nenas, bibit yang baik berasal dari tanaman induk yang berkualitas, serta terbebas dari hama dan terutama penyakit sistemik.

Nenas dapat diperbanyak secara konfensional maupun secara in-vitro. Perbanyakan konvensional dilakukan dengan cara generativ maupun vegetatif. Perbanyakan generativ biasanya dilakukan untuk tujuan pemuliaan. Nenas mempunyai sifat self incompatible, yaitu polin tidak dapat berfungsi jika terjadi penyerbukan sendiri sehingga tidak terbentuk biji. Biji hanya dapat terbentuk jika terjadi penyerbukan antara varietas berbeda.

“Adapun tahap-tahap pembibitan tanaman Nenas adalah sebagai berikut, Persemaian Tanaman. Pemeliharaan Bibit dan Pemindahan Bibit. Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan,” pungkasnya. (rls/nov)

Baca Juga

Di Danau Tiga Mata Air Kuansing, Faperta UIR Tebar Bibit Ikan

Riaupintar.id — Terdiri dari 9.000 benih ikan baung dan 1.000 benih ikan puyu. Fakultas Pertanian …