Selasa , 17 Mei 2022

Mahasiswa jangan hanya Mampu Menjawab Soal Ujian, Tapi harus Mampu Menjawab Soal Kehidupan

Syahrul Aidi Maazat saat menyampaikan sambutan dalam silaturrahmi UMRI menyambut puasa Ramadhan 1433 H, Kamis 31 Maret 2022.

Riaupintar.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah Republik Indonesia (DPR RI) H Syahrul Aidi Maazat, Lc MA berharap kedepan perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tidak hanya terfokus pada penyiapan anak didik mampu menjawab soal ujian semester, tapi hendaknya harus mampu menyiapkan mereka untuk menjawab ujian kehidupan.

Hal itu disampaikan politisi PKS tersebut saat menghadiri silaturrahmi jelang puasa Ramadhan 1443 H, di kampus Universitas Muhamamdiyah Riau (UMRI), Kamis 31 Maret 2022. Dikatakan, apa yang disampaikan tersebut merupakan bagian dari masukan-masukan yang diterima dari masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa menghadiri silaturrahmi yang diadakan UMRI jelang puasa Ramadhan tahun ini. Kesempatan ini sangat berharga, karena saya bisa menyampaikan berbagai pnadangan terkait kondisi atau berbagai masukan yang saya terima selama menjadi anggota dewan,” kata anggota komisi V DPR RI ini.

Syahrul mengatakan, tantangan atau ujian kehidupan sudah menjadi sesuatu yang harus di buat kebijakan nya dalam bidang pendidikan, karena meski pintar dari segi ilmu pengetahuan, tantangan atau ujian nyata dalam kehidupan sehari-hari, akan jauh lebih berat ketika harus memikirkan bagaimana bisa lulus ujian.

“Kondisinya saat ini masih banyak nsaudara-saudara kita yang dalam kehidupan sehari-hari belum, atau masih lemah dalam menjawab atau menyelesaikan persoalan kehidupan, terutama dari sisi perekonomian,” kata Syahrul.

Karena itulah Dia berharap kedepan agar arah kebijakan yang akan dilaksanakan kampus atau Universitas, tidak hanya fokus pada menyiapkan anak mampu menjawab soal ujian semester, tapi harus mampu menjawab soal ujian kehidupan.

“Mata kuliah atau kegiatan ektra bisa diberikan kepada mereka, seperti menyiapkan skill, atau menumbuhkan jiwa untuk tidak harus bekerja kepada orang lain, harus mampu menciptakan lapangan kerja, itu yang kami harapkan kedepannya,” kata politisi asal kabupaten Kampar ini.

Dapatkan Info UMRI lebih banyak lagi di http://www.umri.ac.id

Syahrul mencontohkan, ketika mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), banyak dijumpainya mereka ketika akan membuat kegiatan, mengajukan proposal kesana kemari untuk bisa melaksanakan program kerja.

“jadi dimana kerja nyata nya, bukanya kita tidak mau memberikan uang, tapi kita ingin agar mereka membuat atau mengerjakan sesuatu yang mampu menghasilkan terlebih dahulu, sehingga dengan hasil yang diperoleh itu mereka mendapat kan uang, dan bisa melaksanakan kegiatan. Ini merupakan satu tantangan dan tanggung jawab kita bersama, agar kedepan anak-anak Indonesia khsusus nya Riau, kedepan tidak hanya mampu menjawab soal ujian, tapi yang lebih penting mampu menjawab soal kehidupan,” pungkasnya.

Sementara Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA mengatakan bahwa pemberian keterampilan atau skill bagi mahasiswa UMRI telah diberikan, pemberian keterampilan itu bisa dilakukan melalui kuliah umum dan juga bahkan UMRI memiliki opsi bagi mahasiswa dalam melaksanakan program  Mahasiswa Wirausaha.

“Pada program PMW ini mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih suatu bidang usaha yang akan dilakukan, bisa berkelompok atau individu, nantinya bagi yang dinilai bagus dan bisa dikembangkan, mereka akan diberi bantuan dana modal usaha,” jelas Rektor.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan launching meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) beserta webnya http://diarymbkm.umri.ac.id. (nik)

Baca Juga

Program Doktor Ilmu Hukum UIR Raih Akreditasi B

Riaupintar.id — Suatu kebanggan bagi Universitas Islam Riau (UIR) terkhusus Program Studi Doktor Ilmu Hukum …