Rabu , 23 September 2020

Mahasiswa Kukerta Unri 2019 Lihat Sejarah Budaya Boru Namora Suri Andung Jati

Riaupintar.id — Mahasiswa Kunjunga kerja (kukerta) Unri 2019, kunjungi wisata budaya Biru Namora Suri Andung Jati di Bagas Rarangan Huta Haiti, Deaa Rambah Tengah Barat (RTB), Kecamatan Rambah, Senin 19 Agustus 2019.

Kunjungan para mahasiswa kukerta Unri 2019 di Deaa RTB, Dapat sambutan baik dari Bapak H.Parlindungan.Nst dengan gelar Maraja Huta Tinggi dari pengurus bagas Rqrangan Boru Namora asuri Andung Jati.

Kehadiran mahasiwa Untuk mengetahui sejarah kedatangan suku Mandailing ke tanah Melayu, sekaligus mepromosikan wisata budaya tersebut.

Para mahasiswa kukerta, menadatkan nformasi mengenai kisah dari Boru Namora Andung Jati, yang konon katanya Boru Namora merupakan putri kayangan yang suci dan merupakan sutan perempuan yang bermarga Nasution. Beliau datang dengan membawa rombongan bermarga Daulay,Lubis dan Hasibuan.

“Boru Nambora Suri Andung Jati membuat sebuah perkampungan atau tempat tinggal yang diberi nama Huta Haiti, yang sekarang disebut desa Rambah Tengah Barat. Beliau menata kampung dengan baik sehingga dapat bertahan sampai saat ini,semasa kepemimpinan boru namora berpengaruh baik terhadap kampung Haiti,” kata Ketua Korlap Agus Heriyanto , didampingi anggota,Yuni Rahma Ayu, Arico Candra Tambunan, Devi Yustria,Dilla Febryana,Imam Akbar Alkahfi, Marini Yunita ,Putri Permata Sari, Shinta Rohani dan Vivi Wulandari.

Kata Agus, saat ini masyarakat RTB hingga saat ini mempercayai kesaktian dari Boru Nambora Suri Andung Jati, sehingga masyarakat RTB tiap tahunnya melakukan makan bersama sehabis panen padi, itu sebagai ucapan terimakasih ke Allah Swt dan untuk Boru Nambora Suri Andung Jati.

“Sampai saat ini pengurus Bagas Rarangan masih menyimpan beberapa peninggalan dari Bou Nambora Suri Andung Jati, seperti Rumah peninggalan,pakaian,alat musik (gondang),keris,alat masak,makam panglima sultan laut api dan juga jejak terahir jaki Boru Namora Andung Jati sebelum dia kembali ke kayangan,” sebut Agus menambahkan.

Dengan kedatangan mahasiswa kukerta UNRI Bagas Rarangan Huta Haiit, Agus Heriyanto berharap, mereka bisa mengetahui sejarajh Bagas Rarangan dan asal muasal Suku Mandailing masuk ke Huta Haiti.

Agus juga mengataakn, agar bisa Mengetahui cerita lebih jelasnyan, dirinya mempersilahkan masyarakat mengunjungi akun youtube dan blog kukerta Desa Rambah Tengah Barat. (lim)

Baca Juga

Di Danau Tiga Mata Air Kuansing, Faperta UIR Tebar Bibit Ikan

Riaupintar.id — Terdiri dari 9.000 benih ikan baung dan 1.000 benih ikan puyu. Fakultas Pertanian …