Jumat , 27 November 2020

Mantap, Dosen Unilak Bantu Kelompok Tani Untuk Tetap Produktif di Masa Pandemi

Riaupintar.id — Untuk membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan dan tetap produktif di masa pandemi Covid-19 saat ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) melakukan pemberdayaan bagi kelompok Setia Tani desa Baru Kecamatan Siak Hulu kabupaten Kampar.

Tim dosen yang terlibat yaitu, Sri Utani Lestari, SP., MSi, Dra. neng Susi, MP dan Ir. Muryanto, MM. Pemberdayaan petani sayur dilakukan melalui Integrasi Azolla-Ikan dengan budi daya ikan di dalam ember.

“Azolla ini menjadi sumber pakan ikan, ” ujar Sri Utami, Kamis 5 Nopember 2020.

Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan pemberdayaan telah berlangsung sejak Maret hingga Oktober dengan terus melakukan pendampingan untuk melihat perkembangan pemahaman para kelompok tani.

Sri Utami menyebut, yang menjadi peserta adalah petani sayur yang kesehariannya bertani, namun penghasilan dari sayur ini tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena saat dilihat ke lokasi petani memiliki lahan yang luas, karena itu mereka mengintegrasikan konsep Azolla-Ikan dengan Budi daya ikan di dalam ember.

 

Dengan menerapkan konsep tersebut menurut Sri Utami penghasilan petani dapat meningkat. Di awal pemberdayaan para petani belum mempunyai ketrampilan tentang budikdamber.

Untuk itu melalui kegiatan PKM merupakan bentuk kontribusi akademisi Unilak untuk meningkatkan peran dalam Tri Dharma perguruan tinggi yang mana membantu masyarakat dalam memecahkan masalah salah satunya peningkatan keterampilan kelompok tani sayur.

“Budikdamber merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat konsumtif sehari-hari menjadi tingkat produktif yang dapat dilakukan masyarakat dirumah,” Ujar Sri Utami yang sering melakukan pembinaan kelompok tani.

Sri Utami menambah 7 bulan melakukan pendampingan kelompok tani sangat mengharapkan perlunya pembinaan yang berkelanjutan mengenai budidaya ikan ini karena pakan yang terlalu tinggi meskipun mendapatkan alternatif pakan dari azolla tetapi harga jual ikan yang fluktuatif cenderung tidak memberikan keuntungan bagi petani untuk itu diperlukan inovasi baru tentang pengolahan ikan menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan bila ikan dijual segar. (rls)

Baca Juga

Ini Rekomendasi dari FGD Dewan Pendidikan Provinsi Riau

Riaupintar.id — Sejauh ini belum ada data pasti berapa besar lulusan SMA, termasuk lulusan SLB …