Kamis , 24 September 2020

Meriahkan Milad ke-63, YLPI Riau Gelar Lomba Tahfidz

Riaupintar.id — Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau Gelar lomba Tahfidz Quran tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, Kegiatan sempena Milad ke-63 tahun YLPI Riau itu dibuka oleh Ketua LYPI Riau Dr H Nurman MSi, Senin 16 Maret 2020.

Ketua panitia yang juga Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah YLPI Riau, H Rustam Effendi mengatakan, lomba dalam rangkaian Milad YLPI ke-63 yang jatuh pada 30 Maret mendatang tersebut diikuti belasan siswa SD, kegiatan ini diharapkan bisa terus membumikan Al-quran yang dimulai sejak anak usia dini.

Selain itu, dengan lomba tahfidz alquran ini bisa melahirkan hafidz/hafidzah serta merangsang mereka untuk terus mencintai kitab suci.

“Tahun lalu, kita juga sudah melaksanakan kegiatan lomba Tahfidz khusus sekolah dibawah naungan YLPI Riau. Tapi pada Milad ke-63 YLPI Riau, kita perlebar pesertanya, tidak hanya sekolah dibawah YLPI Riau, tapi juga sekolah yang ada di kecamatan Bukit Raya,” kata Rustam disela kegiatan.

Dewan Juri Tahfidz Alquran, Ustad Rojja mengatakan, dalam penilaian Tahfidz Qur’an ini ada tiga komponen yang dinilai mulai dari fasih membaca alquran baik huruf dan vokal. Kelancaran menyambung membaca Alquran dan terakhir tajwid panjang pendek alquran secara benar. Namun, dari semua peserta yang sudah tampil, kesulitan terbanyak pada fasih dan tajwidnya. Sedangkan untuk kelancaran membaca Alquran, semua peserta bisa dilalui dengan baik. Untuk lombanya, juri sudah menyiapkan hafalan Alquran juz 30. Kebanyakan kesulitan peserta pada penilaian tajwid dan fasih.

“Dua penilaian ini agak sulit dilalui peserta. Kalau kelancaran membaca alquran, rata rata peserta sudah bisa menyambung ayat demi ayat selanjutnya sudah bagus,” kata Ustad Rojja.

Sementara, Guru pendamping dari SD Juara Pekanbaru, Merdeka mengatakan, lomba Tahfidz Qur’an ini, sekolahnya mengirim dua siswa putra dan putri atas nama Raihan (kelasV) dan Nadia (kelas IV). Sebelum mengikuti lomba, sekolah terlebih dahulu menseleksi peserta yang akan dikirim ke lomba Tahfidz Alquran.

“Dari hasil seleksi terpilih Raihan dan Nadia. Mudah-mudahan siswa kita bisa memberikan yang terbaik bagi sekolah,” kata Merdeka.

Raihan sendiri mengaku baru pertama kali mengikuti lomba Tahfidz Alqur’an ini kesulitan saat membaca panjang pendek ayat.

“Bacaan tajwid agak sulit karena dalam bentuk hafalan,” kata Raihan yang optimis bisa merebut juara. (rls)

Baca Juga

PGRI Riau Kecam Perlakuan yang Tidak Menghormati Guru

Riaupintar.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Dr.M Syafii memprotes keras terhadap …