Jumat , 27 November 2020

Olah Sampah Organik menjadi Pupuk, Dosen Unilak Beri Pelatihan Warga Kelurahan Simpang Baru

Riaupintar.id — Sampah organik yang sering dijumpai seperti daun-daun pohon, serbuk kayu, sampah bekas sayur-sayur rumah tangga, yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa diolah dan jika dikelola baik akan memberikan manfaat ekonomi.

Atas dasar itu pula, tim dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning (Unilak), memberi pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kepada warga kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Maret lalu.

Tim dosen yang terlibat sebagai ketua Aljufri SE., M. Ak, AK, anggota Arini, SE.M.Ak, dan Serly Novianti, SE. M.Ak. Kegiatan merupakan bagian dari peningkatan Tri Darma Perguruan Tinggi dan kontribusi dosen Unilak untuk masyarakat.

“Sampah jika dikelola dengan baik akan memberikan manfaat, kesadaran dan kepedulian warga tentang sampah harus terus tumbuhkan, ” ujar Arini yang dihubungi Selasa 3 Nopember 2020.

Di jelaskan Arini, dalam pelaksanaan kegiatan, tim dosen Unilak  mempraktekkan tata cara membuat pupuk kompos hasil dari olahan sampah organik yang dibantu oleh narasumber Balai Diklat Kepegawaian Provinsi Riau. Peserta pelatihan sejak dari rumah telah membawa berbagai macam sampah organik, yaitu daun-daun kering dan serbuk gergaji.

Sedangkan tim menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat pupuk kompos yaitu kayu dan terpal untuk media pengomposan, serta paku, gergaji, martil dan larutan EM4.

“Selama pelaksanaan kegiatan peserta tampak antusias, ada 50 warga yang ikut pelatihan, dan berlangsung selama dua hari,” ujar Arini yang sering memberikan pelatihan ke masyarakat.

Hari pertama pelatihan, tim dosen dan narsumber menyampaikan materi tentang pupuk kompos yang berasal dari sampah organik. Sementara di hari kedua  mempraktekkan cara membuat pupuk kompos hasil dari olahan sampah organik.

Diceritakan Arini,  selama kegiatan tim juga membagikan modul tentang alat/bahan dan cara membuat pupuk kompos dari hasil olahan sampah organik. Pada saat praktek dan demontrasi peserta banyak yang bertanya dan bersemangat.

Sebelum pelaksanaan kegaitan tim  telah memberikan kuisioner berisikan pengetahuan tentang sampah,  dari hasil kuisioner  ini ternyata para peserta belum pernah mendapatkan pelatihan sejenis dan belum memiliki pengetahuan tentang sampah dan jenis sampah organik.

Sebenarnya sampah organik sangat banyak mereka temukan disekitar lingkungan rumah mereka seperti daun-daun kering dan serbuk gergaji. Biasanya bapak-bapak hanya mengumpulkannya dan membakarnya. “Padahal sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, bisa menjadi penghasilan tambahan bagi mereka,”ujar Arini.

Saat ini trendnya masyarakat banyak berkebun dan menyukai bunga, dan pupuk kompos yang berasal dari sampah organik banyak digunakan sebagai pupuk tanaman. Dan ini banyak peminat dan pembelinya.

Arini berharap dari pelatihan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dan minat untuk memanfaatkan sampah organik, meningkatkan keterampilan Bapak-bapak dalam membuat suatu produk pupuk kompos hasil olahan sampah organik, meningkatkan kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan  terciptanya lingkungan yang bersih bebas dari tumpukan sampah organik. (rls)

Baca Juga

Tentang Pengelolan Masjid, Dosen Unilak Gelar Webinar Secara Daring

Riaupintar.id — Agar produktif, masjid perlu dikelola dengan baik. Hal itu juga akan menggambarkan kondisi …