Kamis , 19 Mei 2022

Pasca Pemekaran Kecamatan Binawidya, FIA Unilak Taja FGD

Riaupintar.id — Bagian dari implementasi dari perjanjian kerjasama yang telah disepakati sebelumnya, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning (FIA Unilak) Pekanbaru menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discusion (FGD) dengan Pemerintah Kota Pekanbaru khususnya Pemerintah Kecamatan Binawidya pasca pemekaran.

“Kegiatan ini melibatkan 120 orang mahasiswa dan beberapa orang dosen Pendamping FIA UNILAK. Sebelum dilaksanakannya FGD, mahasiswa terlebih dahulu diturunkan kelapangan untuk melakukan survey dan pengamatan yang terjadi dilingkungan Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru,”Kata Dosen Pendamping FIA Unilak Aguswan SSos MSi, selaku pelaksana kegiatan.

Pengamatan ditujukan untuk mendapatkan data dan informasi maupun fenomena-fenomena administrasi negara yang terjadi di lingkungan pemerintahaan, perusahaan dan masyarakat wilayah Kecamatan Binawidya. Hasil survey dan pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa bersama dosen pendamping.

Dikatakan, terhadap masalah atau fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan Kecamatan Binawidya, untuk selanjutnya dilaksanakan FGD tentang Perwujudan Good governance pasca Pemekaran Kecamatan Binawidya.

Pelaksanaan FGD dilaksanakan di aula Kantor Camat Binawidya, melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, aparatur kecamatan, tokoh masyarakat, dan karang taruna Binawidya. Tujuan dari pelaksanaan FGD ini, menurut Aguswan mahasiswa dapat memahami teori dan praktek governance dalam pemerintahan, swasta dan kemasyarakatan.

Menurut Aguswan, pemerintah kecamatan/kelurahan harus bersinergi melaksanakan program pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan memperkuat fungsi-fungsi organisasi kecamatan yang dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM), selanjutnya kerjasama dengan swasta.

“Diperkuat , program bantuan CSR (Coorporate Social Responsibility) dapat dimamfaatkan untuk pembangunan sosial kemasyarakataan,” katanya.

Dalam paparan Camat Binawidya, Edi Suherman,SSos, MSi, Kecamatan Binawidya baru dimekarkan berdasarkan Perda No.02 tahun 2020, namun telah dilakukan inovasi-inovasi dalam penata kelolaan layanan administrasi pemerintahan. Terutama dalam penataan fisik ruangan layanan yang prima, agar masyarakat puas dengan mendapat layanan yang nyaman.

“Namun persoalan yang berhubungaan dengan lingkungan terutama masalah sampah dan banjir menjadi masalah prioritas yang perlu dilakukan penanganan secepatnya. Oleh karena itu kita memberikan apresiasi atas kegiatan ini, sehingga dapat memberikan masukan terhadap isu, masalah dan solusi dalam pemerintahaan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” harap Edi. (rls)

Baca Juga

Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional Terkait Penghapusan Standar Kelas Inap Peserta BPJS

Riaupintar.id — Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menggelar seminar nasional yang mengangkat tema tentang …