Kamis , 29 Juli 2021

Pemahaman Penarapan Etika Berinternet Masih Perlu Diberikan Kepada Masyarakat

Al-Syukri, S.Sos, M.Ikom

Riaupintar.id — Etika dalam berinternet masih perlu diberikan kepada masyarakat, ini sejalan dengan kemajuan era digital sebagai akibat dari kemudahan mendapatkan jaringan internet tidak hanya membawa dapak positif pada kehidupan manusia, namun terdapat juga ancaman atau dampak negatif yang bisa merugikan diri sendiri ataupun orang lain.

Demikian disampaikan oleh Al Sukri, S.Sos., M.I.Kom, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital dengan tema “Kebebasan Berekspresi di Era Digital” yang di selenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rabu 23 Juni 2021.

Dikatakan Al Sukri, kehadiran teknologi komunikasi hari ini adalah sebuah keniscayaan yang tak terhindarkan dan bagian dari budaya yang terus berubah.

Sebagai bagian dari budaya manusia, teknologi komunikasi itu semestinya membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat itu sendiri.

Tapi dalam perkembangannya penyalahgunaan teknologi komunikasi dan informasi tumbuh subur, seperti penyebaran informasi bohong atau hoak dan tindakan yang mengarah pada kriminalitas.

“Kita hari ini berada di media dan informasi yang sangat melimpah. Kehadiran internet dan perangkat teknologi lainnya membuat masyarakat menjadi masyarakat yang cakap digital. Namun yang perlu ditegaskan adalah apakah kemampuan itu sudah diiringi dengan kemampuan menerapkan etika dalam berinternet,” jelas Al Sukri.

“Kalau kita melihat kondisi hari ini, banyak sekali penggunakan media sosial atau internet menjadi korban oleh informasi hoaks atau ia menjadi pelaku daripada penyebar informasi hoaks tersebut baik di sadari atau tidak disadari,” tambahnya.

Sementara, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau, Eko Hero, M.Soc.,Sc mengatakan bahwa masyarakat kita, khususnya generasi muda masih banyak yang belum memahami bagaimana menggunakan internet yang baik.

“Kita dengan mudah percaya pada setiap informasi yang beredar di internet, dan kita juga dengan mudah men-share informasi tersebut tanpa mengecek kebenaran dari informasi yang ada,” kata Eko.

Ia mengharapkan masyarakat untuk cerdas dan kritis dalam menggunakan media sosial. Karena menurutnya setiap tindakan dan perilaku masyarakat di dunia virtual bisa berdampak atau merugikan kehidupan masyarakat itu sendiri dan lingkungan sosial lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital adalah bagian dari program Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Pemberdayaan informatika dengan tujuan meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program Literasi Digital di daerah.

Webinar ini sendiri diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun narasumber lain dari kegiatan ini adalah Cecep Nurul Alam, ST, M.T ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Muamar Khadafi, MM., CPC., PMA yang merupakan praktisi bisnis digital.

Mereka memberikan materi seputar pemanfaatan internet dan regulasi yang mengatur informasi dan transaksi elektronik di Indonesia.**(rls)

Baca Juga

Pelaku Usaha Taman Bunga Okura Diberi Pelatihan Media Sosial oleh Dosen Unilak

Riaupintar.id — Mengangkat judul pemanfaatan media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan pengunjung pada era new …