Kamis , 21 November 2019

Penerima Beasiswa Bidik Misi Unilak Juga Dapat Biaya Hidup

Tim monev LLDIKTI melakukan pemeriksaan data data bagi penerima beasiswa ke salah satu rumah orang tua.

Riaupintar.id — Selain mendaptkan beasiswa untuk biaya perkuliahan sebesar 2,4 juta per semester, bahkan menerima selama 4 tahun atau 8 semester. 42 Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) penerima beasiswa Bidikmisi Kemenristek Dikti juga mendapatkan biaya hidup 700 ribu perbulan.

Demikian Disampaikan Kabag Akademik dan Kemahasiswaan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Ely Susanti SE.MM, saat melaksukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kepada penerima beasiswa di kampus Unilak, Jumat 8 Nopember 2019.

Hadir Wakil Rektor III Dr Eddy Asnawi, Kabiro BAAK Wenti Sastrapita .S.Kom, Kabag Akademik Dina Fitriani SPd, Kabag Kemahasiswaan Jufrinata SH.

Tujuan monev beasiswa untuk
memberikan pemahaman dan sosialisasi bagi penerima beasiswa Bidikmisi, apa saja yang harus dilakukan oleh mahasiswa, salah satunya adalah penerima beasiswa harus dari keluarga tidak mampu, IPK minimal 3,0. Dan dalam tempo 4 tahun/8 semester harus sudah wisuda, “jika tidak semester selanjutnya harus bayar sendiri, dan penerima beasiswa tidak berumur lebih dari 22 tahun bulan juli 2019,” sebut Ely.

Dijelaskan lebih lanjut Ely, mahasiswa penerima beasiswa adalah orang-orang pilihan, manfaatkan momen ini untuk belajar, dan ini adalah rezki, tingkatkan rasa syukur karena kuota terbatas karena diluar sana masih banyak yang tidak dapat kuliah.

“Tidak semua masyarakat diluar sana bisa kuliah. Sampaikan kerabat kita di kampung bahwa,ajak semua tetangga mereka kuliah di unilak,biar orang dan tetangga kita bisa kuliah dan sukses. Selain beasiswa Bidikmisi, masih ada beasiswa lainya seperti PPA,” ungkapnya.

Wakil rektor III Unilak Dr Eddy Asnawi mengucap terima kasih kepada pemerintah dan LLDIKTI, dimana tahun ini meningkat jumlahnya penerima beasiswa Bidikmisi, dari tahun lalu yang hanya 20 orang.

“Kita ingin supaya dana beasiswa yang diberikan oleh pemerintah bisa dioptimalkan oleh mahasiswa untuk kepentingan kuliah, karena yang di berikan mahasiswa sampai tamat studi, dan diberikan bagi yang betul-betul tidak mampu, selain itu penerima beasiswa ini kan sebagai pionir perpanjangan tangan pemerintah untuk merekrut anak-anak yang ingin kuliah tapi tidak mampu, maka bisa kuliah di Unilak khususnya bagi anak anak di daerah Provinsi Riau,” ujarnya.

Tim LLDIKTI ada 4 orang yang turun, selain ke Unilak, tim juga akan melakukan monev kebeberapa Universitas lainnya yang ada di Pekanbaru. Tim LLDIKTI juga datang kerumah orang tua dari penerima beasiswa, ini dilakukan untuk mengkroscek data data sesuai atau tidak dan menghindari manipulasi data, salah satunya ke rumah Yulisman dan Aswin, orangtua dari Gusmal mahasiswa FIB yang bekerja sebagai loundry pakaian.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Unilak dan LLDIKTI, jika memang anak saya menerima beasiswa selama 4 tahun, ini sangat membantu kami dari segi ekonomi,” sebut Yulismar saat dikunjungi LLDIKTI. (rls)

Baca Juga

Akreditasi International, 18 Prodi UIR di Visitasi Dua Inspektor ASIC

Riaupintar.id — Lembaga Accreditation Service for Internasional Colleges (ASIC) yang berpusat di Landon, Inggris, melakukan …