Sabtu , 25 Januari 2020

Percepat Unilak Unggul, LPPM Lakukan hal ini

Riapintar.id — Tingkatkan pengetahuan tentang penelitian dan pengabdian Dosen, Universitas Lancang Kuning (Unilak) undang Direktur Riset Dan Pengabdian masyarakat Kemenristek, Prof Ocky Karna Radjasa.MSc.PhD sebagai narasumber, kegiatan ini juga merupakan bagian upaya untuk terus melakukan percepatan untuk mewujudkan Unilak unggul.

Rektor Junaidi dalam sambutannya mengatakan, Civitas akademika Unilak patut bersyukur, LPPM Unilak naik peringkat dari madya ke utama yang diberikan oleh Ristekdikti, tentunya ini menjadi tantangan lebih besar dan perlu menyiapkan diri di Unilak.

“Hari ini Prof Ocky hadir untuk memberikan bekal kepada kita dalam hal riset dan penelitian. Dia akan banyak memberikan penjelasan, publikasi harus mutlak ditingkatkan di jurnal-jurnal ber iputasi,” kata Junaidi,” Jumat 20 Desember 2019.

Untuk itu, lanjut Junaidi, pihaknga telah menyetujui akan memberikan bantuan publikasi jurnal di Scopus yang memiliki kualitas Q 1 senilai 7 juta, Q2 6 juta. Q3 5 juta. Unilak membantu biaya publikasi, sementara untuk konfresi silahkan dianggarkan bantuan di masing masing Fakultas.

“Kita juga membantu penerbit buku bagi dosen-dosen Unilak, ambil dan manfaatkan lah peluang ini sebaok-baiknya,”sebut Rektor.

Scopus dalam menilai  jurnal membuat klusterisasi kualitas jurnal dengan istilah Quartile, dengan 4 Quartile, yaitu Q1, Q2, Q3 dan Q4. Dimana Q1 adalah kluster paling tinggi atau paling utama dari sisi kulitas jurnal dikuti Q2, Q3 dan Q4 dibawahnya.

Sementara, Prof.Ocky dalam pemaparannya menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang besar, jika dari segi jumlah perguruan tinggi, total perguruan tinggi di Indonesia ada 4700 kampus, yang dibawah Ristek ada lebih dari 3400, sisanya 1300 ada diluar Dikti.

Sementara jumlah peneliti di Indonesia masih jauh, jika di Korea ada 18000 peneliti/1 juta penduduk, maka di Indonesia 1018 penelitian/1 juta penduduk. Maka ini harus terus dorong jumlahnya.

Dijelaskan lebih lanjut dengan LPPM Unilak naik peringkat maka peluang mendapatkan anggaran akan semakin besar, Ristek ditelah membantu 15 Milyar pertahun untuk Dosen Dosen di Indonesia maka dari itu harus ditingkatkan kualitas dan kwalitas jumlah proposal.

Prof.Ocky menambahkan, saat ini Indonesia merupakan peringkat pertama di Asean dalam hal publikasi dengan jumlah 30.924 dan ini bisa di raih setelah 60 tahun.

Turut hadir ketua yayasan pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr.Irwan Effendi, Wakil Rektor II Ermina Sari STP MSc, para Dekan dan dosen di lingkungan Unilak. (rls)

Baca Juga

Dosen Unilak Beri Penyuluhan Tentang Keamanan Instalasi Lisitrik Untuk Warga Rumbai

Riaupintar.id — Untuk memberikan keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, …