Selasa , 29 September 2020

PGRI Riau Kecam Perlakuan yang Tidak Menghormati Guru

Ketua PGRI Riau, M. Syafi’i

Riaupintar.id – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Dr.M Syafii memprotes keras terhadap perlakuan pihak kepolisian yang membotaki rambut tiga guru SMPN 1 Turi, Sleman. Tindakan aparat kepolisian ini sebagai bentuk perlakuan yang tidak menghormati profesi guru.

“Kami dari PGRI Riau sangat mengecam tindakan aparat kepolisian yang membotaki tiga guru yang menjadi tersangka kasus tragedi susur sungai siswa SMPN I Turi, Sleman. Tindakan ini sebagai bentuk, tidak menghormati guru. Semua perlakukan harus sama dimata hukum,”tegas Syafi’i, Kamis Kamis 27 Februari 2020 melalui pesan WA.

Dosen FKIP Unri ini menilai, kasus yang menimpa guru SMPN 1 Turi Sleman Jogyakarta seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin tidak terjebak dengan arogansi. Pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku, hanya saja perlakukan terhadap guru yang ditetapkan sebagai tersangka dengan cara membotaki tersebut sangat disayangkan.

Mengenai tindak lanjut dari permasalahan ini, PGRI Riau, saat ini masih terus berkomunikasi dengan PB PGRI terkait sikap PGRI secara nasional demi membela anggotanya. PGRI Riau belum bisa ambil keputusan menunggu langkah apa yang keluarkan oleh PB PGRI

“Kita masih komunikasi dengan PB PGRI, langkah apa yang akan kita ambil dalam menanggapi permasalahan ini. Seandainya pun harus bergerak, PGRI Riau siap bergerak demi profesi guru Indonesia,” tegasnya lagi. (rls/nik)

Baca Juga

Program Hormati Guru Sayangi Teman, Ketua PGRI Riau Pembina Upacara di SMKN 4 Pekanbaru

Riaupintar.id — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau Dr M Syafi’i Senin 2 Maret …