Kamis , 21 November 2019

PP Al-Hikmah Pulau Berbenah Menuju Lembaga Pendidikan Terbaik

Upacara Senin pagi di PP Al-Hikmah Pulau Bangkinang

Riaupintar.id — Pondok Pesantren Al-Hikmah Kelurahan Pulau Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada tahun ajaran 2019/2020 ini berbenah menuju pendidikan terbaik sehingga menjadi favorit ditengah masyarakat. Karena itulah pengurus yayasan beserta kepala sekolah dan pimpinan pesantren serta majelis guru bersatu padu untuk menjadikan pesantren ini lebih berkembang dengan pesat.

Pondok Pesantren Al-Hikmah Pulau ini berdiri dibawah yayasan Amanah Ilmi SK Menkumham No AHU-09869.50.10.2014. Ketua yayasan Amanah Ilmi Mukhlis SPdI saat memimpin rapat yang dihadiri dewan penasehat H Ali Amran, pimpinan pondok Zainal LC MA, serta majelis guru dan tata usaha, Senin 26 Agustus 2019 mengatakan, perlunya komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Ponpes yang berdiri sekitar 15 tahun lalu.

Dalam rapat tersebut, Mukhlis juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melengkapi berbagai keperluan untuk kemajuan pesantren. Salah satunya membangun pagar sekolah, dan melengkapi fasilitas pendukung lainnya termasuk tenaga penddik yang benar-benar punya komitmen untuk memajukan pendidikan.

“Kami selalu menekankan kepada majelis guru agar selalu mengedepan ikhlas dalam menjalankan tugas dan penuh rasa tanggungjawab. Sebab maju mundurnya pendidikan sangat ditentukan oleh kedisiplinan guru dan kepala sekolah. Karena itulah saya selalu mengajak setiap kali rapat dengan kepala MTs dan Aliyah serta majelis guru supaya saling bersinergi dan menyamakan pesersepsi dalam menjalankan tugas, sehingga setiap kebijakan yayasan yang dituangkan dapat dijalankan bersama untuk kemajuan pendidikan di pesantren ini,” terang Mukhlis.

Untuk mendekatkan rasa kebersamaan dengan masyarakat, lanjut Mukhlis yang juga ketua PDTA Provinsi Riau ini, pihaknya akan melakukan penyembelihan hewan kurban dua ekor kerbau di pesantren ini pada bulan zulhijjah tahun 1441/2020 mendatang. Selain itu, mengadakan pakaian dinas bagi majelis guru dan anak didik.

“Kita carikan model dan warnanya berbeda dengan sekolah lain, sehingga kelihatan ciri khas pesanterm kita,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Mukhlis SPdI selaku ketua yayasan juga menyaksikan serahterima jabatan kepala MTs PP Al-Hikmah dari pejabat yang lama ibu Ratih SPdI kepada pejabat yang baru Hermansyah SAg. Dalam sambutannya, Hermansyah SAg menyampaikan harapannya agar semua kebijakan menyangkut kemajuan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Hikmah supaya dijalankan dengan seksama.

“Kita ini satu tim, semua kebijakan dan keputusan pimpinan untuk kemajuan pendidikan harus didukung bersama. Kepala MTs dan Aliyah serta pengurus yayasan harus saling bersinergi, jangan buat aturan sendiri-sendiri, tapi harus saling koordinasi dan menjalankannya bersama-sama,” ujarnya.

Penasehat yayasan H Ali Amran merasa terharu dan sekaligus punya harapan baru dengan dilakukannya serahterima jabatan kepala MTs PP Al-Hikmah tersebut. “Saya rasanya mau menangis, tapi saya yakin dengan adanya rasa kebersamaan antara pengurus yayasan dan kepala sekolah serta majelis guru akan menjadi energi baru untuk memajukan pesantren ini,” ujarnya.

Tak Terima Siswa Pindahan

Pimpinan pesantren Al-Hikmah Pulau Zainal LC MA mengatakan, tahun ajaran 2019/2020 ini pihaknya sengaja membatasi siswa, supaya proses pembelajaran terkoordinir dengan baik.

“Kami tidak menerima siswa pindahan, karena selama ini siswa pindahan selalu mempengaruhi anak didik lainnya menjadi nakal. Biar murid sedikit dulu, namun benar-benar kita persiapkan menjadi anak yang cerdas dan berakhlak mulia. Sehingga tamatan dari pesantren ini dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

Ustadz Zainal lulusan Al-Azhar Kairo Mesir ini menjelaskan, jumlah anak didik di pesantren saat ini berkisar 25 orang dengan tenaga pendidik 17 orang sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Semua murid tinggal di asrama yang berasal dari berbagai daerah. Misalnya Pekanbaru, Pelalawan, Siak, Rohul bahkan ada yang dari Jambi. Terhadap santri, pihak pesantren juga menerapkan pembelajaran eksra untuk mengasah kreatifitas dan menyalurkan bakat anak didik. Contohnya, latihan drumband, tahfiz qur’an, latihan pidato dan lainnya.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai menaruh simpati. Ada yang menyumbang untuk kebutuhan makan minum anak didik di asrama, dan ada juga yang menjadi donatur untuk pembangunan pesantern. Mudah-mudahan dengan niat kita yang tulus, pesantren ini bisa berkembang dengan maju dan berkesinambungan,” harapnya. (man)

Baca Juga

Alfedri : Kami Sayang Kalian, Jangan Ikut Salah Gunakan Narkoba

Riaupintar.id — Bahaya Narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi bangsa mendapat …