Selasa , 18 Mei 2021

Program Kementrian Dikti, Prodi Kehutanan Unilak Lolos Hibah Program CoE Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Junaidi.SS.M.Hum berfoto bersama dekan Fakultas Kehutanan Ir. Emmy Sadjati. MSi saat milad Fakultas kehutanan beberapa waktu lalu

Riaupintar.id — Pengajuan proposal program bantuan Program Studi Menjadi Model Center of Excellent (CoE) Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dikirimkan Fakultas Kehutanan Unilak berhasil lolos dan didanai oleh Dikti.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka tersebut merupakan program yang di gagas Kementrian Pendidikan RI.

Pengumuman lolos Prodi Kehutanan Unilak setelah keluarnya surat keputusan yang di tanda tangani oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti Aris Junaidi 5 April lalu.

Dalam pengumuman itu, sebanyak 32 kampus lolos hibah untuk skema satu termasuk Unilak. Untuk skema dua 48 Perguruan tinggi lolos. Untuk di Riau dari puluhan perguruan tinggi hanya ada 1 PTN dan dua PTS yang menerima, Unilak salah satunya.

Rektor Unilak Dr. Junaidi. SS. M. Hum yang dihubungi Jumat, 9 April 2021 mengatakan, keberhasilan prodi kehutanan Unilak lolos hibah program Merdeka belajar kampus Merdeka menjadi kebanggaan bagi Unilak, ini capaian yang patut diapresiasi.

“Saya memberikan apresiasi bagi tim fakultas kehutanan Unilak yang telah bekerja keras mempersiapkan proposal dan program hingga lolos dan didanai. Prodi Fakultas kehutanan akan menjadi rol model/percontohan penerapan program Merdeka belajar kampus Merdeka di seluruh prodi di Unilak,” kata Rektor.

Disebutkan Rektor, ini merupakan upaya Unilak untuk meningkatkan kompetensi lulusan sehingga diakui dan mengikuti perkembangan zaman.

Untuk itu Junaidi mengajak siswa siswi yang ingin melanjutkan kuliah dapat memilih Unilak karena pembelajaran Unilak mengikuti kondisi dan kemajuan zaman.

Sementara Dekan Fakultas Kehutanan Unilak Ir. Emmy Sadjati.MSi yang dihubungi beberapa waktu lalu menyebutkan terkait lolosnya prodi kehutanan Unilak pada kompetisi Merdeka Belajar Kampus Merdeka Center of Excellence skema 1. tentu yang pertama bahagia karena perjuangan seluruh anggota tim fahutan untuk mewujudkan dokumen tersebut dari awal sampai berhasil diupload.

“Perlu disampaikan bahwa untuk total jumlah halaman yang dibuat adalah 269 halaman sudah dengan cover dan lampiran,
hal ini merupakan awal dari perjuangan melaksanakan program kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang telah dicanangkan sejak tahu 2020 yaitu Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM), dimulai dengan mengikuti kompetesi dibidang kurikulum. ” Ujar Emmy.

Emmy pun berharapan kedepan bisa mengikuti kompetisi implementasi kurikulum dan pengembangan kurikulum MBKM tersebut.

“Khusus untuk Unilak, semoga hal ini bisa menjadi pemicu (stimulan) bagi prodi dan fakultas lainnya agar tetap semangat mengelola prodi dan fakultasnya sesuai dengan regulasi dan kondisi perkembangan dunia pendidikan dan teknologi sekarang,”ujarnya. (rls)

Baca Juga

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kembali Gelar Praktikum Sastra ke-29

Riaupintar.id — Program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia kembali menggelar acara tahunan yang sempat …