Minggu , 7 Maret 2021

Raih IPK 3,91, Syarifah Zahria Helena Lulus Tanpa Tesis di PPS UIR

Riaupintar.id — Catatan sejarah baru di ukir Syarifah Zahria Herlena di Pascasarjana Universitas Islam Riau ( PPS UIR). Wanita kelahiran Rengat 7 Juli 1984 ini berhasil menyelesaikan pendidikan pada Prodi Ilmu Pemerintahan BKU Administrasi Publik tanpa menulis tesis dengan masa studi 19 bulan.

Tesis merupakan karya ilmiah tertulis yang menjadi kewajiban mahasiswa yang disusun secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris. Bagi mahasiswa di pascasarjana, tesis sekaligus menjadi salah satu syarat menyelesaikan studi dan meraih gelar akademik sesuai dengan prodi yang diminatinya.

Akan tetapi, sesuai dengan Permenristekdikti Tahun 2018, tesis dapat dikonversikan ke dalam jurnal international bereputasi bagi mahasiswa yang akan mengakhiri studinya di pascasarjana. Syaripah Zahria Herlena adalah mahasiswa pertama di Pascasarjana UIR yang mengkonversikan persyaratan akademiknya dengan menulis jurnal international Scopus Q3.

Karya ilmiah Syaripah dimuat pada jurnal Pal Arch Foundation H Index 1 yang terbit di Belanda dengan judul “Analysis of the Performance of State Civil Servants in the Departement of Education and Culture Pelalawab District”.

Selasa siang 26 Januari 2021 wanita yang bekerja sebagai PNS di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Pelalawan itu, mengikuti ujian compre dengan mempertanggungjawabkan publikasi jurnalnya dihadapan tim penguji, yang terdiri dari Prof Dr H Yusri Munaf, SH, MHum (Direktur PPs), Dr. H. Moris Adidi Yogia , MSi, (Ketua Program Studi), Dr. Rendi Prayuda Sip, MSi dan Dr. Khairul Rahman, MSi. Ia lulus sangat memuaskan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,91.

Direktur Pascasarjana UIR Prof Dr H Yusri Munaf SH MHum mengapresiasi langkah Syarifah yang berhasil mengkonversi tesisnya menjadi tulisan jurnal bereputasi international. Dengan demikian anak pertama dari empat bersaudara pasangan Said Zainuddin dengan Syarifah Hafizah ini, dibebaskan dari kewajiban menulis tesis.

Dan, menurut Yusri Munaf, dengan terbitnya karya ilmiah Syarifah pada Scopus Q3 ia diberi kewenangan untuk memperoleh gelar akademik Magister Ilmu Administrasi Publik. Sebab ia mampu mengkonversi karya ilmiah ke dalam jurnal bereputasi international.

”Ini sebuah langkah maju. Saya berharap, langkah Syarifah juga diikuti oleh mahasiswa lain. Tidak hanya mahasiswa pada Program Studi Ilmu Administrasi Publik akan tetapi teman-teman Syarifah lain dari enam program studi. Selamat untuk Syarifah. Saya sangat bangga,” kata Yusri Munaf usai ujian compres di Kampus PPs UIR Selasa sore. (rls)

Baca Juga

Hobi Berkebun Meningkat Disaat Pandemi, Dosen Unilak Beri Warga Bibit tanaman Produktif

Riaupintar.id — Keterbatasan beraktifitas diluar rumah ditengah Pandemi virus corona yang telah berlangsung lebih dari …