Selasa , 17 Mei 2022

Sebanyak 216 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Telah Dibukukan UIR

Riaupintar.id — Secara harfiah kekayaan intelektual merupakan kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Karya-karya yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Karya-karya tersebut dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia melalui curahan waktu, tenaga, pikiran, daya cipta, rasa dan karsanya.

Hal tersebut yang membedakan kekayaan intelektual dengan jenis kekayaan lain yang juga dapat dimiliki oleh manusia tetapi tidak dihasilkan oleh intelektualitas manusia.

Bagi civitas akademika di perguruan tinggi mendaftarkan sesuatu yang berhubungan dengan karya imiah adalah hal yang sangat penting untuk mencegah karya tersebut dari plagiarisme dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Karena itu pula keberadaan Sentra Hukum Kekayaan Intelektual di sebuah perguruan tinggi sangat penting sebagai kerangka kerja dan kinerja perguruan tinggi itu sendiri.

Dalam upaya pencapaian misi UIR 2041, yaitu menyelenggarakan penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan, bereputasi internasional, dan bernilai well-being UIR melalui Sentra HKI memberikan layanan pusat pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual bagi dosen dan mahasiswa untuk mendaftarkan karyanya seperti Hak Cipta, Hak Merek, Hak Paten, Rahasia Dagang, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, Hak Varietas Tanaman, dan Hak Desain Industri.

Melalui penuturannya, Ketua Sentra HKI UIR Dr H Zulfikri SH MH mengatakan bahwa sampai 31 Desember 2021 telah tercatat sebanyak 216 sertifikat HKI.

“Seluruh data sertifikat HKI baik itu dari Dosen, Karyawan maupun Mahasiswa terdata dan terdokumentasi dengan baik” ujar Zulfikri.

Kekayaan intelektual yang secara sah di daftarkan akan memiliki perlindungan yang berbasis hukum dan sah dicatatkan oleh negara. Terdapat juga payung hukum yang melindungi kekayaan intelektual tersebut.

Dasar hukum yang mengatur untuk terbentuknya Sentra HKI diatur pada Pasal 13 Ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Penelitian Nasional, Penerapan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi.

Sebagai salah satu langkah Sentra HKI UIR untuk meningkatkan animo para civitas akademika UIR dan memberikan edukasi terkait pentingnya mendaftarkan karya, Dr Zulfikri juga melakukan aktifitas personal dan menjalin komunikasi serta sosialisasi produk-produk serta membuat program reward bagi civitas akademika yang paling produktif mendaftarkan karya nya.

“Kita sudah siapkan reward bagi rekan-rekan dosen dan anak-anak mahasiswa kita yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah dan didaftarkan HKI-nya melalui Sentra HKI UIR,” tutup Zulfikri. (rls)

Baca Juga

Program Doktor Ilmu Hukum UIR Raih Akreditasi B

Riaupintar.id — Suatu kebanggan bagi Universitas Islam Riau (UIR) terkhusus Program Studi Doktor Ilmu Hukum …