Jumat , 27 November 2020

Tahun Depan Pemprov Riau Naikkan Gaji Guru Bantu Deerah

Sekretaris Disdik Riau, Yusri Rasul

Riaupintar.id — Kabar gembira bagi Guru Bantu Daerah (GBD) Provinsi Riau, mulai tahun 2021 mendatang gaji mereka yang saat ini sebesar Rp 2,2 juta, akan naik menjadi Rp 2,5 juta.

Kenaikan gaji GBD ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Riau Yusri Rasul, Rabu 18 Nopember 2020. Menurutnya kenaikan gaji GBD SMA/SMK di Riau itu merupakan komitmen dari Gubernur Riau Syamsuar untuk bisa terus meingkatkan kesejahteraan para guru.

“Pak Gubernur memang berkomitmen meingkatkan kesejahteraan para guru-guru didaerah ini, karena mereka adalah garda terdepan dalam memajukan pendidikan di daerah ini,” jelas Yusri sebagaimana dilansir haluanriau.co.

Yusri menyebut, kenaikan itu juga bagian dari upaya Pemperov Riau agar mereka para GBD yang berjumlah 3.500 orang, di daerah lebih fokus dalam proses belajar mengajar di sekolah, tanpa memikirkan masukan yang lain.

“Diharapkan kenaikannya dari Rp2,2 juta menjadi Rp2,5 juta, ini masih dilakukan pembahasan, kita belum bisa memastikan dan belum final. Namun mudah-mudahan ada perubahan. Inilah bentuk upaya Pemprov untuk meningkatkan kesejahteraan GBD kita, sebagai unjung tombak pendidikan,”Yusri menambahkan.

Sementara, terkait dengan adanya program dari pemerintah pusat melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan, tentang program Guru honorer bakal mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU), Pihaknya belum mendapatkan informasi selanjutnya, karena harus dikoordinasikan dengan Kementrian.

“Sampai saat ini saya masih menunggu informasinya, saya ini baru awal Agustus masuk, ini kan sudah masa pandemi juga. Jadi saya kira tentang subsidi belum tau persis, tapi nanti akan koordinasikan lagi,” sebutnya.

Untuk diketahui, BSU ini akan dibagi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan honorer atau nonpegawai negeri sipil (PNS). Targetnya, lebih dari 2 juta orang bakal mendapat bantuan dengan total anggaran Rp3,6 triliun tersebut.

Tenaga kependidikan ini dimaksudkan pada guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidikan kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, hingga tenaga administrasi. Jumlah yang bakal diterima oleh pendidik dan tenaga kependidikan honorer (non-PNS) tersebut mencapai Rp1,8 juta. Bantuan diberikan satu kali pada November 2020 ini. (nik)

Baca Juga

Tentang Pengelolan Masjid, Dosen Unilak Gelar Webinar Secara Daring

Riaupintar.id — Agar produktif, masjid perlu dikelola dengan baik. Hal itu juga akan menggambarkan kondisi …