Senin , 21 September 2020

Tim Dosen dan Mahasiswa Unilak Produksi Hand Sanitazer

Riaupintar.id — Di saat wabah New Corona (red: Covid-19) melanda dunia, termasuk Indonesia dan Riau secara khusus, masyarakat kesulitan mendapatkan _hand sanitizer_ , jika pun ada, harganya sangat mahal. Berawal dari itu, Tim peneliti dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) bersama mahasiswa Prodi Biologi FKIP Unilak membuat _hand sanitizer_ berstandar WHO.

Tim Dosen yang terlibat yaitu
Al Khudri Sembiring, M.Pd, Rahmat Ramadansur M.Pd, Dr. Indra Purnama, M.Sc, serta dua staf laboratorium, yaitu Ibnu Fahriadi, S.Pd dan Jumawita, S.Si. Sementara 6 mahasiswa yang terlibat yaitu yaitu yang terlibat Kori, Ade Putri, Salsabila, Intan , Amel, Suri dan Mela.

Di laboratorium FKIP Biologi, mahasiswa dan dosen melakukan pembuatan _hand sanitizer_ yang mengombinasikan rekomendasi WHO dan bahan-bahan alami yang sudah lazim digunakan sebagai sumber obat herbal di tanah air sebagai antiseptik, seperti daun sirih.

Salah satu tim dosen Al Khudri Sembiring, MPd saat dihubungi, Sabtu 21 Maret 2020, mengatakan, Tim Dosen Unilak dan tim pakar telah membuat sebanyak 60 liter _hand sanitizer,_ kemudian dipecah menjadi 240 botol dengan beberapa ukuran botol 150-250 ml.

Adapun bahan- bahan komposisi adalah alkohol 96%, aquades, H2O2 , gliserol, ekstrak daun sirih, lidah buaya ( _Aloe vera_ ). Dijelaskan Al Khudri proses pembuatan berlangsung di laboratorium FKIP Unilak, setelah itu ada masa tunggu selama 72 jam sebelum digunakan.

Tim pakar Dr. Indra mengatakan saat dibuat ada masa tunggu selama 72 jam setelah selesai bisa langsung digunakan.

Sementara, Rektor Unilak Dr Junaidi, SS., M.HUm, yang dihubungi Sabtu malam mengatakan, bangga sekaligus rasa atas apa yang dilakukan tim peneliti Unilak telah memproduksi _hand sanitizer._ Ini membuktikan bahwa Unilak turut serta berkontribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

“Produk ini akan diberikan kepada civitas akademika Unilak dan masyarakat yang benar-benar membutuhkannya. Kita akan terus memproduksi lagi, tim siap memproduksi. Kendala saat ini adalah untuk mendapatkan bahan bakunya, terutama alkohol dan botol,” sebut Rektor. (rls)

Baca Juga

Di Danau Tiga Mata Air Kuansing, Faperta UIR Tebar Bibit Ikan

Riaupintar.id — Terdiri dari 9.000 benih ikan baung dan 1.000 benih ikan puyu. Fakultas Pertanian …