Selasa , 24 Mei 2022

Tim Unilak Juara Dua Stand Terbaik Di Ajang KMI Brawijaya Malang

Riaupintar.id — Pada kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo di Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, mengirimkan tiga mahasiswanya, dan berhasil meraih juara dua stand terbaik.

Tahun ini, Universitas Brawijaya terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan KMI Expo XII 2021 yang berlangsung dari tanggal 17-19 November 2021, kegiatan di gelar secara luring dan daring (hybrid). Total ada 281 tim yang mengikuti secara offline langsung datang ke UB dan ada 266 tim yang mengikuti secara online.

Tim mahasiswa Unilak yang hadir di Malang yaitu Lola Reza Anjelina, Ade Dwi Saputri, Febrianti Rahmida Putri, turut hadir Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr Bagio Kadaryanto.SH.MH dan kepala P2K2 Dr. Indra.

Dalam ajang KMI itu, 281 Perguruan Tinggi yang hadir secara langsung di Universitas Brawijaya menampilkan berbagai produk dan kreatifitas yang di hasilkan mahasiswa.

“Kami tak menyangka bisa meraih juara dua stand terbaik, Alhamdulillah ya Allah bisa mengharumkan nama Unilak di kancah nasional di ajang KMI.” Ujar Lola yang hadir langsung menerima penghargaan.

Dijelaskan Lola, KMI mengangkat tema Futuristik Kearifan Lokal. Jadi stand Unilak berkonsep budaya Melayu, simbol, dan warna khas Melayu kami tampilkan.

“Konsep membawa tabir sebagai indentitas Melayu, di sisi kanan kiri stand kami pasang kain warna khas Melayu hijau, kuning,merah. Serta kami pajangkan tepak sirih sebagai indentitas Melayu Riau saat menyambut tamu. Dan paling utama yang kami pamerkan produk ciri khas Melayu yang membawa kami ke Brawijaya “Tanjak Wak”, saat hari pertama Rektor Brawijaya menggunakan Tanjak yang kami buat saat meninjau stand pameran peserta,” jelasnya.

Dikatakan Lola, Produk Tanjakan Wak merupakan industri kreatif dari sortiran limbah konveksi menjadi Tanjak dan baju
Melayu yang mencerminkan karakter Fashion berbusana melayu Di Kota Pekanbaru. Produk ini dipamerkan sekaligus memperkenalkan kepada setiap pengunjung yang datang bahwasanya di Riau ada banyak sekali kebudayaan tradisi dalam berpakaian dan berbusana.

“Setiap pengunjung yang datang ke stand Unilak kami sampaikan bahwasanya di Riau juge ada topi/penutup kepala untuk kaum laki-laki yang di sebut Tanjak, dan untuk pakaiannya di sebut dengan baju Melayu Teluk Belange Cekak Musang. Nah dengan adanya inovasi di serta kombinasi antara kain songket dan kain perca bagian tanjak dan pakaian yang kami kombinasi dengan kain perca limbah konveksi tentu nantinya juga akan mengurangi limbah konveksi yang terbuang dan melestarikan budaya,”ujar Lola.

Sebagai juara satu stand terbaik di raih oleh universitas Jambi, juara tiga universitas Brawijaya, juara harapan satu universitas Samudera, dan Juara harapan dua universitas Nahdatul Ulama Surabaya. (rls)

Baca Juga

Tempat Asyik Belajar Statistik ada di “Pojok Statistik” UNRI

Riaupintar.id — Guna mendukung penyebarluasan ragam dan manfaat produk statistik di lingkungan Perguruan Tinggi, Kepala …