Kamis , 28 Oktober 2021

UMRI Gelar Kegiatan PKKBM dan MASTA, 2.326 Mahasiwa/i Dikukuhkan

Riaupintar.id — Bertempat di lantai III gedung Ahmad dahlan Rektorat Universitas Muhamamdiyah Riau (UMRI) digelar sidang senat terbuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Ta’aruf (MASTA) Angkatan 2020/2021, kegitan ini diikuti 2.326 orang dengan rincian jumlah 1.168 mahasiswa dan 1.158 mahasiswi.

Adapun dari total jumlah Mahasiwa baru UMRI tersebut, terbanyak terdapat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yakni sebanyak 546 Mahasiswa/i, disusul Fakultas Ilmu Komputer dengan jumlah 404 Mahasiswa/i, lalu Fakultas MIPA dan Kesehatan 317 Mahasiswa/i, berikutnya Fakultas Ilmu Komunikasi 229 Mahasiswa/i, dan selanjutnya berturut-turut Fakultas Teknik 257 Mahasiswa/i, Fakultas Hukum 229 Mahasiswa/i, Fakultas Studi Islam 172 Mahasiswa/i dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) sebanyak 135 Mahasiswa/i.

Acara tersebut dilaksanakan di dua lokasi yakni, para anggota senat berada di lantai III, sementara Mahasiswa/i baru menyaksikan melalui layar monitor di halaman gedung rektorat. Meski demikian kegiatan ini berlangsung meriah, karena dalam acara tersebut dilakukan parade dari mahasiswa baru dengan memakai aneka ragam pakaian adata dari berbagai daerah di Indonesia.

“Semoga dalam kondisi pandemi ini yang menyebabkan kita semua tidak bisa bertemu tatap muka secara langsung, tidak mengurangi kebahagiaan kita dan kebanggaan mahasiswa baru yang bergabung di Universitas Muhammadiyah Riau,” kata Rektor Dr H Mubarak MSi mengawali sambutannya.

“Selamat datang di dunia pendidikan tinggi. Dunia yang harus Ananda emban dengan penuh tanggung jawab untuk berhasil. Dunia yang bisa ditaklukkan dengan belajar lebih keras dan lebih cerdas. Ketahuilah di tahap ini, kalian bukan hanya belajar untuk diri sendiri, bukan hanya untuk membahagiakan orang tua tetapi untuk menciptakan masa depan kalian sendiri dan menjadi kebanggaan serta solusi bagi bangsa negara serta agama,” lanjut Rektor.

Mubarak menjelaskan, masa pandemi telah mempercepat transformasi digital di setiap aspek kehidupan. Dua tahun sudah pembelajaran yang semula luring beralih ke digital. Maka siapa yang cepat beradaptasi dengan kondisi apapun, akan berhasil.

“Kesuksesan hari ini yaitu ketika menjadi manusia yang cepat beradaptasi dengan ilmu terkini, teknologi dan berakhlak luhur. Tanpa ilmu, kita tidak tau luasnya dunia. Tapi Ilmu tanpa akhlak juga membawa pada kehancuran,” sebutnya.

Lebih lanjut Mubarak menjelaskan bahwa berdirinya UMRI bermula dari pendirian Akademi Teknologi Otomotif, oleh Persyarikatan Muhammadiyah Wilayah Riau, atau yang dikenal dengan ATOM pada tanggal 23 Juli 1993. Kemudian pada tahun – tahun selanjutnya, berkembang mendirikan Akademi Perawatan (AKPER) Muhammadiyah dan Akademi Keuangan dan perbankan Muhammadiyah (AKPM) yang saat itu berlokasi di jalan KH. Ahmad Dahlan Sukajadi, Pekanbaru.

Peningkatan ketiga akademi ini terus diupayakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau dengan harapan dapat meningkatkan amal usaha, sebagai salah satu pilar dakwah amar ma’ruf nahi mungkar melalui penyelenggaraan pendidikan, khususnya di Provinsi Riau. Lokasi berada di dengan jumlah hektar (61.000m2) di dalamnya beberapa Fakultas dan Prodi. Lalu total mahasiswa di UMRI (2250), setelah maba bergabung.

“Alhamdulillah, pada tanggal 5 Juni 2008, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi berdiri dan menjadi Universitas Muhammadiyah ke-39 di Indonesia. UMRI yang saat itu memiliki 5 Fakultas (Fakultas Teknik Fakultas Ekonomi, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ilmu Komunikasi), saat ini berkembang menjadi 8 Fakultas dengan 26 program studi,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI Prof Dr H. Isjoni MSi menyebut, terdapat keunggulan yang dimiliki oleh Mahasiswa UMRI dibandingkan dengan mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi lainnya, yakni Mahasiswa diberi pembekalan keilmuan Al Islam Kemuhammadiyahan.

“Banyak nilai lebih yang diperoleh Mahasiswa UMRI dari AL Islam Kemuhammadiyahaan ini, dan kita sampaikan bahwa itu menjadi nilai lebih tersendiri bagi mereka ketika sudah menjadi alumni UMRI,” kata Isjoni.

Karena itulah, Dia mengajak kepada Mahasiswa baru UMRI untuk bisa mengikuti berbagai program dalam Al Islam Kemuhammadiyahan dengan baik dan benar. “Karena ini akan menjadi nilai lebih bagi ananda dikemudian hari, maka jangan mengikutinya setengah-stengah, ikutilah dengan sepenuh hati dan dengan sungguh-sungguh,”pungkasnya.

Informasi terkait pelaksanaan PKKBM dan MASTA tahun akademik 2020/2021 ini dapat juga diakse melalui website resmi UMRI : http://www.umri.ac.id.(nik)

Baca Juga

Resmi Dimulai, Bulan Bahasa 2021 Himaprodi PBSI Digelar Secara Online

Riaupintar.id — Gelaran Bulan bahasa 2021 Himaprodi PBSI Universitas Riau, Ahad 17 Oktober 2021 resmi …