Sabtu , 25 Januari 2020

Umri Launching Tagline 2020 dalam Kegiatan Parade Cinta Tanah Air

Riaupintar.id — Sempena kegiatan Parade Cinta Tanah Air, di area Car Free Day (CDF) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) hari ini Ahad 15 Desember 2020 melaunching tagline 2020 yakni My Life My Future.

Menurut Rektor Umri Dr Mubarak MSi, Tagline 2020 tersebut, bermakna bahwa Umri selalu ingin melakukan yang terbaik. Baik untuk kehidupan pribadi dan menentukan masa depan, dengan memandang bahwa jika ingin masa depan anda lebih baik maka bergabunglah dengan Umri.

Dikatakannya, Mahasiswa bukan hanya sebagai subjek pembangunan juga sebagai objek kemajuan pembangunan. Oleh karena itu, mari Dia mengajak untuk bisa membangun bersama-sama, dan hasilnya tentunya untuk bersama juga.

 

Parade tanah air ini, memberikan makna kepada mahasiswa yang baru masuk kampus bahwa mereka berada dalam satu kesatuan NKRI. Dan Muhammaddiyah juga merupakan bagian dari NKRI yang dicirikan menggunakan pakaian merah putih itu.

Menggunakan pakaian Merah putih kata Mubarak, bahwa itulah Muhammadiyah karena tidak boleh membeda-bedakan antara yang kaya dengan yang miskin, pintar dan bodoh. Namun semua berada dalam satu “gelas NKRI”

Ketika masuk dalam gelas merah putih, maka Muhammadiyah ikut memberi warna bagi pembangunan di negeri ini. Sedangkan akselerasinya bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti memahami nilai-nilai kebangsaan agar rasa cinta tanah air itu makin kuat.

“Aksi parade ini digelar perdana. Namun kedepan Umri akan menjadikan agenda tetap setiap tahun. Sekaligus sebagai sarana memberikan pemahaman pada mahasiswa, bahwa Indonesia itu adalah NKRI,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan yang bertepatan dengan Hari Bela Negara dan Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat itu mahasiswa baru dan civitas akademika Umri yang dipimpin langsung Rektor Dr Mubarak, peserta parade dilepas oleh Gubernur Riau untuk melaksanakan long march bersama dengan ratusan pelajar serta ribuan peserta dari 33 Etnis Paguyuban yang ada di Indonesia, dari jalan Gajah Mada samping Polda Riau menuju Jalan Sudirman, berputar di bawah fly over kembali menuju jalan Gajah Mada.

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, berdasarkan sejarah, upaya mempersatukan suku, ras dan etnis sangat berat. Karena rakyat Indonesia sudah dipecah belah oleh penjajah melalui politik adu domba.

Sekarang di Provinsi Riau ada sekitar 30 suku dari berbagai etnis di Indonesia. Mari tetap bersatu dan jangan sampai pecah. Karena tantangan kedepann sangat berat untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Melalui parade cinta tanah air ini, bersama masyarakat dan mahasiswa, mari kita perkuat rasa cinta kebangsaan. Kemudian kita harus mengetahui berbagai ancaman persatuan, agar kita tidak terpecah belah,” pungkasnya. (nik)

Baca Juga

Hebat, 18 Prodi UIR Raih Premier Akreditasi International AS

Riaupintar.id — Usai turunnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Pembukaan Prodi Hukum Program …