Jumat , 1 Juli 2022

Unilak Memang Top, PTS Terbanyak Lolos Program BOPTN Bidang Penelitian Tahap 2 di LLDIKTI Wilayah X

Kepala LPPM Unilak Dr jeni Wardi (Kanan)berfoto bersama Rektor Unilak Dr Junaidi beberapa waktu lalu

Riaupintar.id — 13 Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru menunjukkan prestasi membanggakan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, kali ini dalam program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) di perguruan tinggi tahun anggaran 2022 tahap dua di LLDIKTI wilayah X yang meliputi empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau.

Proposal mereka lolos untuk di danai dalam hibah Dikti pada program pengabdian dan penelitian, bahkan Unilak menjadi perguruan tinggi terbanyak yang menerima untuk program BOPTN bidang penelitian.

13 dosen Unilak yaitu Dr Indra Purnama dosen Fakultas Pertanian dengan judul proposal Investigasi pestisida dalam beras lokal dan upaya penghilanganya di lingkungan sawah bergambut menuju pencapaian sustainable development goals. Dosen Fakultas Ilmu Komputer Unilak Guntoro ST. M. Kom judul proposal pengembangan aplikasi web e-commerce berbasis web untuk meningkatkan oset penjualan produk pertanian dan UKM pesantren Ibnu Al Mubarok Pekanbaru.

Ir Latifa Siswati MP dosen Fakultas Pertanian judul proposal penerapan model pertanian terpadu sebagai sumber pendapatan dan pemenuhan pangan saat Kelapa sawit replanting (lanjutan). Kemudian Alexander Yandra.M.Si, dosen Fakultas Ilmu Administrasi dengan judul proposal model akurasi penetapan daftar pemilih boleh KPU Riau (lanjutan).  Dr Nurliana Nasution dosen Fakultas Ilmu Komputer judul proposal pengembangan model pembelajaran berbasis augmented reality untuk inovasi kurikulum lembaga pendidikan anak usia dini.

Fitridawati Soehardi ST MT dosen Fakultas Teknik Unilak judul proposal potensi tanaman lokal sebagai alternatif perkuatan stabilitas lereng terhadap bahaya eroasi lereng sungai Siak. Alfian Saleh.ST.M.Ss Dosen fakultas Teknik judul proposal penerapan jaringan syaraf tiruan dalam memprediksi kerusakan jalan.

Indah Muzdalifah S.Pd.M.Pd dosen FKIP judul proposal pengembangan materi dan media pembelajaran pronunciation berbantuan Automatic speech recognition. Marta Dinata.SSi.MSi dosen FKIP Unilak judul proposal bioteknologi ikan mungkuh untuk dasar domestikasi di sungai Batang Air Dingin Padang, Sumbar.

Bahkan dua dosen Unilak lolos di dua program yaitu Dr Jeni Wardi dosen Fakultas Ekonomi  bidang penelitian judul proposal model kelembagaan desa berketahanan iklim berbasis pentahelix dikawasan pesisir Siak, sementara bidang pengabdian judul proposal zero waste dan value added eco enzyme sebagai sabun antiseptik. Dan Lusi Dwi Putri ST MT dosen Fakultas Teknik Unilak dengan judul proposal penelitian kerentanan limbah lokal uyung repu untuk tanah rawan longsor pada subgrade jalan, sementara program pengabdian dengan judul kerentanan prilaku interaksi tanah lunak dengan perguatan geotekstil.

Dalam pengumuman yang dilakukan tanggal 27 Mei yang ditandatangani langsung oleh PLT Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat Teuku Faisal Fathani, sebanyak 8 universitas di LLDIKTI WIlayah X lolos dalam program BOPTN Program Pengabdian Kepada Masyarakat satu diantaranya dari Unilak. Kemudian untuk bidang penelitian program BOPTN 9 perguruan tinggi dinyatakan lolos, bahkan Unilak memborong dengan meluluskan 8 dosen.

Rektor Unilak Dr Junaidi memberikan apresiasi kepada tim LPPM dan dosen yang telah mengirimkan proposal kemudian berhasil lolos untuk di danai DIKTI. Keberhasilan ini tentu sebagai prestasi yang membanggakan bagi Unilak, ada lebih dari 150 PTS yang berada di LLDIKTI Wilayah X mencakup empat provinsi dan Unilak menjadi yang terbanyak lolos hibah dalam program BOPTN untuk bidang penelitian.

Artinya apa dosen dosen Unilak telah mengarah kepada Riset, Riset ini penting, kita tau bahwa suatu negara bisa karena banyak riset yang dilakukan, selain itu riset yang dilakukan oleh dosen Unilak akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan ini tentu akan turut serta membantu menaikan pemeringkatan, akan mendorong peningkatan Indeks kinerja Universitas, dapat memberikan manfaat bagi kemajuan kualitas dan kuantitas dosen, kemudian semakin terpacu untuk meningkatkan budaya IPTEK dan pada akhirnya dapat membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Kepala LPPM Unilak Dr Jeni Wardi, Selasa saat dihubungi mengucapkan syukur akan prestasi tersebut. “Terima kasih kepada semua civitas akademika Unilak yang sudah memberi doa dan dukungan sehingga tahun ini ada 13 proposal tim dosen Unilak yang berhasil lolos di danai hibah DIKTI tahun anggaran 2022,” katanya.

Unilak tercatat sebagai PTS terbanyak penerima program BOPTN Penelitian di perguruan tinggi tahun anggaran 2022 tahap dua di  LLDIKTI Wilayah X dengan skim yang prestisius dan jauh meningkat dari tahun yang lalu.

“Harapannya semoga kedepanya kita bisa mempertahankan dan bahkan meningkatkan di tahun-tahun mendatang,” pungka Dr Jeni yang sering melakukan pengadian dan penelitian di desa desa terpencil ini. (rls)

Baca Juga

Pendaftaran SMMPTN Barat 2022 di Tutup 27 Juni, Segera Mendaftar

Riaupintar.id – Universitas Riau (UNRI) masih membuka peluang bagi yang berminat untuk melanjutkan studi ke …