Kamis , 26 November 2020

Unri Kukuhkan Dua Guru Besar

Riaupintar.id — Universitas Riau (Unri) kembali laksanakan Pengukuhan Guru Besar, Kamis 12 Maret 2020, di Gedung Rektorat Ruang Serbaguna Siak Sri Indrapura Lantai IV Kampus Binawidya
Unri. Dua orang Guru Besar tersebut dikukuhkan oleh ketua senat Unri.

Pengukuhan Guru Besar kali ini, merupakan pengukuhan yang pertama kalinya dilaksanakan Unri di Tahun 2020. Sehingga jumlah Guru Besar Unri yang aktif hingga saat ini menjadi sebanyak 69 orang.

Guru Besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Henny Indrawati SP MM dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan judul pidato Penataan Kelembagaan untuk Mewujudkan Industri Kecil Berdaya Saing Tinggi. Dan Prof Dr Ir Netti Aryani MS dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan judul pidato Strategi Pengembangan Domestikasi Ikan Geso dalam Rangka Mempersiapkan Kandidat Ikan Budidaya.

Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA dalam sambutannya, menyampaikan bahwa Unri memiliki program kegiatan untuk percepatan Guru Besar dimana diberikan skim penelitian serta klinik terkait permasalahan komponen yang dibutuhkan sehingga dapat diusulkan ke kementerian.

Terpaut dengan orasi ilmiah dari dua Guru Besar yang baru dilantik ini sangat sesuai dengan road map penelitian dan inovasi di Unri yang mengedepankan pengembangan komoditas unggulan lokal dan juga kegiatan inovasi yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, dari penelitian Prof Dr Henny Indrawati SP MM, menggambarkan pengembangan industri kecil dimana harus memiliki daya saing yang terus berlanjut. Karena di perhatikan industri kecil di Indonesia saat ini tingkat persaingannya lemah
dimana tidak berlanjut dengan modal dan pendapatan tidak berimbang.

Industri kecil di Indonesia kebanyakan merupakan industri keluarga pemilik dan pekerja yang merangkap atau karyawannya dari keluarga dengan kemapuan pasar yang terbatas dengan skala modal sangat kecil serta teknologi terbatas yang tercampur dengan aset usaha dan keluarga.

“Terkait hal ini, usaha kecil juga merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,”tutur Rektor.

Oleh karena itu, penelitian ini memberikan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan terutama penataan kelembagaan. Baik melalui dari kelompok usaha bersama, kelembagaan permodalan baik kredit secara formal dan informal, kelembagaan pemasaran baik memasarkan langsung maupun melalui pengecer sebelum sampai ke konsumen dan sekarang paling ampuh melalui
media sosial dan juga bisa melalui mitra usaha yang terus harus di jaga.

Sedangkan dengan penelitian Prof Dr Ir Netti Aryani MS, penelitian pengembangan domestikasi
ikan geso yang merupakan ikan unggulan lokal, produksi ikan geso ini baru dari penangkapan
alam yang belum dibudidayakan dan semakin berkurang jumlah penangkapannya baik oleh
kondisi lingkungan maupun kondisi kelebihan tangkap.

Satu upaya yang perlu dikembangkan adalah bagaimana mengembangkan membudidayakan ikan tersebut. Karenanya muncullah penelitian dimana penelitian ini telah lama dan rutin terus mendapat hibah dari kementerian untuk penelitian ikan geso ini. Serta dari penelitian ini telah berhasil melakukan domestifikasi tetapi masih lp dalam pembenihan baik secara buatan dan terkendala mencari induk yang susah didapatkan.

“Kita berharap, budidaya ikan ini menjadi komoditas unggulan terkhusus Riau. Nanti kalau berhasil mengembangkan pembibitan ikan geso ini secara komersial kita launching bersama-sama serta menjadikan icon Unri,” ungkapnya. (rls)

Baca Juga

Olah Sampah Organik menjadi Pupuk, Dosen Unilak Beri Pelatihan Warga Kelurahan Simpang Baru

Riaupintar.id — Sampah organik yang sering dijumpai seperti daun-daun pohon, serbuk kayu, sampah bekas sayur-sayur …