Sabtu , 24 Juli 2021

YLPI Riau Gelar Syukuran atas Dinobatkannya Buya Zaini Kunin Sebagai Tokoh Pejuang Riau

Riaupintar.id — Sebagai rasa syukur atas penghargaan kepada Buya H. Zaini Kunin yang dinobatkan sebagai Tokoh dan Pejuang Riau dalam bidang Keagamaan, Sosial, Pendidikan dan Kebudayaan oleh Pemerintah Provinsi Riau tanggal 23 Desember lalu, Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, mengadakan syukuran.

“Ini sebagai rasa syukur, YLPI Riau mengelar syukuran atas penghargaan kepada Buya H. Zaini Kunin sebagai Tokoh dan Pejuang Provinsi Riau tahun 2020 dalam bidang Keagamaan, Sosial, Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan atas jasa dan ilmu yang dilakukan Buya.H. Zaini Kunin patut dan layak untuk menerima penghargaan sebagai tokoh dan pejuang Riau,” kata Ketua Umum YLPI Riau Dr. H. Nurman. MSi, Rabu 30 Desember 2020 di Aula Fakultas Hukum UIR.

Selain dihadiri anak dan keluarga besar H. Zaini Kunin, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Dewan Pembina YLPI Riau, Ketua Umum YLPI Riau, Ketua Dewan Pengawas, Ketua Harian dan Sekretaris YLPI Riau, Rektor Universitas Islam Riau, Wakil Rektor, Dekan dalam lingkungan Universitas Islam Riau, kepala sekolah, pimpinan klinik, bank, guru, dosen dan pegawai.

Dikatakan Nurman, Buya H. Zaini Kunin tidak hanya pendiri YLPI Riau, tapi juga banyak darma bakti yang dihasilkan diantaranya pendirian Taman Alquran, SD dan SMP tahun 1973 dan Akdemik Teknik Manajemen Informatika tahun 1985 di Dumai. Selain itu, beliau juga pendiri Sekolah Taman Kanak Kanak, SD SMP dan SMA di Duri. Beliau juga pendiri berdirinya Fakultas Ushuluddin di Kampar dan Fakultas Tarbiyah di Tembilahan. Tidak hanya itu, Buya H Zaini Kunin salah satu pendiri IAIN Suska Pekanbaru.

“Inilah karya bakti Buya H. Zaini Kunin. Kepada pihak keluarga, saya berharap ikuti jejak langkah dan pemikirannya dengan cara menjaga, memelihara dan mengembangkan karya baktinya tetap berjaya sepanjang masa,” kata Nurman.

Modal yang ditinggal oleh para pendiri hingga kini dirasakan, kata Nurman, adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, tercatat pegawai, guru, dosen tetap YLPI Riau sebanyak 986 orang. Selain SDM , modal yang ditinggal yakni 10 lembaga pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Ada juga aset lainya seperti tanah, sawit. Modal terakhir adanya sumber pendapatan yang jelas seperti bank dan klinik.

“Jadi modal dan jasa yang ditinggal oleh para pendiri YLPI Riau dan dirasakan dan bermanfaat hingga sekarang,” kata Nurman.

Sementara anak Buya H Zaini Kunin, Ir.H. Abdul Kudus Zaini, MT, MS,Tr, IPM, mengatakan ayahnya yang lahir tahun 1922 di Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan Empat Koto, Rokan Hulu merupakan sosok yang berjuang tanpa lelah, penuh derita, penuh pemikiran tiada henti, demi perjuangan seluruh generasi di Riau mampu mendapatkan hal pendidikan islam sebagai bentuk dakwah beliau yang tiada henti. Para penerusnya untuk selalu berusaha mewariskan perjuangannya hingga ajal menjemput. Semangat ayahanda inilah yang harus selalu dijaga, diperjuangkan.

Semangat akan kejayaan islam, semangat akan pentingnya pendidikan, sebagai bentuk warisan beliau kepada anak-anaknya, kepada menantunya, kepada saudaranya, cucu cucunya, seluruh keluarga dan itu juga termasuk seluruh civitas akademika, seluruh orang yang masuk dalam kelembagaan YLPI, untuk selalu menjaga marwah, perjuangan beliau tanpa henti, tanpa mengenal rasa menyerah, dan memprioritaskan selalu untuk memberikan apa yang kita punya, untuk kemajuan islam di Riau.

“Kami dari perwakilan keluarga besar H.Zaini Kunin harapkan YLPI Riau dan UIR sebagai bentuk peninggalan ayahanda menjadi amal jariyah beliau, untuk selalu mendoakan beliau, yang kini sedang beristirahat di alam barzah. Jaga marwah beliau, jaga nama besar Yayasan ini dan UIR yang sudah berdiri lama di tanah Riau ini untuk selalu menjadi Lembaga yang membantu mewujudkan generasi masa depan yang penuh dengan iman, penuh dengan ketaqwaan, penuh dengan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat,” kata Abdul Kudus dalam sambutanya.

Ketua Dewan Pembina YLPI Riau Drs H. Mukni patut bangga dengan pendiri YLPI Riau karena dengan tanpa titel sarjana para pendiri telah menghasilkan karya bakti yang hingga sekarang dinikmati dan dirasakah oleh kita semua.

“Buya H. Zaini Kunin tanpa titel sarjana tapi mereka bisa berbuat sedemikian besar tentang pendidikan, budaya, agama dan sosial. Inilah yang harus kita tiru dan kita teladani,” kata Mukni.

Sementara Rektor UIR Prof. Syafrinaldi mengucapkan selamat dan berbahagia atas penghargaan Buya H Zaini Kunin sebagai tokoh dan pejuang Riau. Penghargaan ini memotivasi dan sebagai cambuk dimana beliau tidak sarjana tapi bisa mendarmabaktikan untuk dunia pendidikan di Provinsi Riau.

“Kita di lembaga UIR akan meneruskan perjuangan Buya. H.Zaini Kunin untuk membawa lembaga pendidikan ini tidak hanya di level regional tapi juga nasional. Kita sebagai penerus harus terus memajukan apa yang telah dirintis oleh pendiri sebelumnya. Semoga jasa jasa para pendahulu menjadi amal jariyah untuk kita semua,” kata Syafrinaldi. (rls)

Baca Juga

Lolos Seleksi GBN 2021, Mahasiswi FKIP UIR ini ke Istana Negara Pada HUT RI ke-76

Riaupintar.id — Tiara Hanum, mahasiswa Semester 6 Program Studi Sendratasik Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan …